Kopyor dengan Menggunakan Benih yang Diperoleh Melalui Kebun Sumber Benih dan Benih yang Berasal dari Kultur Jaringan

oleh -84 Dilihat
Produksi Kelapa Kopyor (Dok Ist)
Analisa Produksi Kelapa Kopyor dengan Menggunakan Benih yang Diperoleh Melalui Kebun Sumber Benih dan Benih yang Berasal dari Kultur Jaringan

Analisa Produksi Kelapa Kopyor dengan Menggunakan Benih yang Diperoleh Melalui Kebun Sumber Benih dan Benih yang Berasal dari Kultur Jaringan
Diposting Jumat, 30 Desember 2022 03:12 pm Oleh Dirat Perbenihan

Kelapa kopyor adalah tanaman kelapa yang mengalami mutase genetik secara alamiah dan merupakan buah abnormal. Dalam kelapa kopyor, daging buah tidak melekat pada cangkang buah kelapa tetapi tercampur dengan air kelapa. Apabila kelapa kopyor diguncang suara yang dihasilkannya sangat khas tidak seperti kelapa biasa.

Dari segi keuntungan, kelapa kopyor memiliki nilai jual lebih mahal dibanding dengan kelapa biasa. Penyediaan benih kelapa kopyor masih sangat terbatas sehingga masih jarang dibudidayakan, namun demikian hal ini menjadi sebuah peluang karena nilai ekonomis yang besar.

Benih yang selama ini digunakan dalam pengembangan kelapa kopyor adalah benih yang berasal dari kebun sumber benih yang telah dilepas dan benih yang dihasilkan melalui teknik kultur jaringan. Benih unggul kelapa kopyor yang berasal dari kebun sumber benih dan telah dilepas oleh Menteri Pertanian sebagai berikut:

Kelapa Genjah Coklat Kopyor (SK Mentan Nomor: 3995/Kpts/SR.120/12/2010) yang dapat menghasilkan buah kopyor per tandan sebanyak 4 buah.
Kelapa Genjah Hijau Kopyor (SK Mentan Nomor: 3996/Kpts/SR.120/12/2010) yang dapat menghasilkan buah kopyor per tandan sebanyak 4 buah.

Kelapa Genjah Kuning Kopyor (SK Mentan Nomor: 3997/Kpts/SR.120/12/2010) yang dapat menghasilkan buah kopyor per tandan sebanyak 3 buah.
Kelapa Dalam Kopyor Puan Kalianda (SK Mentan Nomor: 96/Kpts/KB.010/2/2017) yang dapat menghasilkan buah kopyor per tandan sebanyak 3 buah.

Jika dilihat dari potensi produksi kelapa kopyor dari masing-masing benih kelapa yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian maka produksi buah kelapa kopyor masih sangat sedikit pertandannya. Untuk harga benih kelapa kopyor siap tanam yang berasal dari kebun sumber benih berkisar Rp. 50.000,-.

Benih kelapa kopyor juga dapat dihasilkan melalui teknik kultur jaringan. Teknik kultur jaringan dilakukan dengan cara menyeleksi buah kelapa kopyor yang unggul, lalu mengambil embrio zigotik dan menumbuhkannya dalam media kultur in vitro. Secara fisik, tekstur dan morfologi kelapa kopyor hasil kultur jaringan dan kelapa kopyor bukan hasil kultur jaringan tidak berbeda.

Selain itu, produksi buah kelapa kopyor yang berasal dari kultur jaringan disetiap tandannya dapat menghasilkan 99% buah kopyor. Tingkat kekopyoran buah pada hasil kultur jaringan juga lebih merata di seluruh buah.

Buah kelapa kopyor konvensional masih bercampur antara daging buah yang kopyor dengan daging yang agak keras sehingga tingkat kekopyoran yang rendah (kurang dari 70%). Harga benih kelapa kopyor yang berasal dari teknik kultur jaringan berkisar Rp. 1.000.000,- s.d. 2.000.000,-.

Analisa produksi kelapa kopyor dengan menggunakan kelapa yang berasal dari kebun sumber benih dan benih yang berasal dari teknis kultur jaringan seperti pada tabel dan barchart berikut:

Berdasarkan Tabel dan Barchat tersebut maka dapat diperoleh informasi sebagai berikut:

Pada tahun ke-4 kelapa kopyor telah menghasilkan kecuali kepala Dalam Puan Kalianda karena kelapa tesebut baru beruah pada umur 7 tahun. Sedangkan produksi kelapa kopyor terbanyak adalah kelapa kopyor yang berasal dari kultur jaringan sejumlah 60 butir pertahun. Namun demikian perbedaan produksi di tahun ke-4 belum terlalu signikan antara semua kelapa genjah kopyor dengan kelapa genjah hasil kultur jaringan.

Pada tahun ke-5 terlihat bahwa kelapa kopyor yang berasal dari kultur jaringan telah menghasilkan 120 butir kelapa kopyor per tahun dibandingkan dengan semua kelapa kopyor yang berasal dari kebun sumber benih yang menghasilkan sekitar 48 butir per tahun atau sekitar 150% lebih tinggi.

Sedangkan untuk kelapa Dalam Puan Kalianda masih belum menghasilkan.
Pada tahun ke-6 produksi benih kelapa kopyor masih sama dengan tahun ke-5 dengan produksi kelapa genjah hasil kultur jaringan tertinggi sebanyak 120 butir per tahun.

Pada tahun-ke7 produksi benih kelapa kopyor masih sama dengan tahun ke-6 dengan produksi kelapa genjah hasil kultur jaringan tetap tertinggi sebanyak 120 butir per tahun. Namun demikian kelapa Dalam puan Kalianda mulai menghasilkan dengan produksi 36 butir per tahun.

Pada tahun ke-8 produksi benih kelapa kopyor masih sama dengan tahun ke-7 dan menghasilkan sebanyak 120 butir pertahun.
Berdasarkan Analisa produksi kelapa kopyor selama 5 tahun maka diperoleh data bahwa kelapa kopyor yang berasal dari kultur jaringan menghasilkan buah terbanyak yaitu 540 butir per tahun dan kelapa Dalam Puan Kalianda yang menghasilkan kelapa kopyor paling sedikit yaitu 72 butir per tahun.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan benih kelapa kopyor yang berasal dari kultur jaringan akan menghasilkan produksi kelapa kopyor 150% lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan benih yang berasal dari kebun sumber benih kelapa kopyor konvensional.

Berdasarkan kondisi yang ada saat ini yaitu benih kelapa kopyor yang berasal dari kultur jaringan masih sulit diperoleh dan harga benih menurut petani sangat mahal. Namun demikian jika dihitung dari hasil yang diperoleh maka pada tahun pertama tanaman kelapa kopyor kultur jaringan berproduksi walaupun belum maksimal telah dapat mengembalikan modal awal dari harga benih yang dibeli.

Terkait hal tersebut maka perlu dilakukan upaya-upaya agar teknik produksi benih melalui kultur jaringan dapat dilakukan di instansi-instansi pemerintah maupun swasta yang mempunyai tugas memproduksi benih agar semakin banyak dihasilkan benih kelapa kopyor kultur jaringan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan bagi petani maupun untuk perusahaan swasta di Indonesia.

Namun demikian dengan adanya benih kelapa kopyor hasil kultur jaringan diharapkan pengawasan dan peredaran benih tersebut semakin diperketat karena saat ini sangat marak beredar benih-benih yang menyatakan bahwa benih yang dijual adalah benih hasil kultur jaringan yang belum dapat diketahui kebenarannya.

Diharapkan dukungan pemerintah daerah dan semua pihak baik melalui anggaran APBD maupun sumber anggaran lainnya agar semakin banyak kebun sumber benih varietas kelapa kopyor yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan pengembangan di seluruh wilayah Indonesia sehingga petani dapat memperoleh benih kelapa kopyor dengan mudah baik benih yang berasal dari kebun sumber benih yang telah ditetapkan maupun benih yang berasal dari kultur jaringan.

Kelapa kopyor diharapkan menjadi salah satu tanaman perkebunan yang dapat menghasilkan dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. (Santi FS)

(Sumber: Direktorat Perbenihan, Direktorat Jenderal Perkebunan dan berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *