Bencana di Nagari Galugua, Akses Ke Sialang Lumpuh

oleh -106 Dilihat
Bbanjir yang melanda merusak infra struktur jalan di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sabtu (1/1/2022).

50Kota, Dutametro – Awal tahun 2022, Hujan dengan intensitas tinggi melanda Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (1/1/2022).

Sehingga mengakibatkan, ratusan rumah warga terendam banjir menyusul luapan Sungai Batang Kapur dan sungai kecil lainnya di kawasan tersebut.

Informasi yang dihimpun media ini, kondisi bencana alam tidak hanya banjir, longsor juga melanda Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumbar.

“Terjadinya banjir dan longsor merusak perumahan, perkebunan warga dan Infrastruktur jalan di Galugua,” kata Wali Nagari Galugua, Zulfahmi, Senin (3/1/2022).

Adapun dampak dari bencana tersebut, kata Zulfahmi, empat rumah dalam keadaan rusak berat dan 194 rumah yang terkena banjir.

Kemudian, diperkirakan lebih kurang 38 hektare (Ha) perkebunan warga terendam banjir.

“Lebih dari 10 titik jalan terkena longsor baik jalan provinsi maupun jalan kabupaten. Ada juga 1 buah polongan jalan kabupaten terputus,” terang Zulfahmi.

Selain itu, 1 buah rakit penyeberangan Sumbar-Riau dibawa arus Sungai Batang Kampar. “Untu saat ini, akses Sialang ke Galugua itu lumpuh total.”

“Hari ini baru (Senin 3/1/2022) alat berat dari provinsi masuk untuk membenahi. Kondisi sedang kritis.”

Akibat meluapnya Sungai Batang Kapur dan sungai kecil lainnya di kawasan itu, menjadi penyebab bencana alam yang melanda Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sabtu (1/1/2022).

“Akses jalan tidak bisa ditempuh. Kondisi rumah, perkebunan rakyat habis semua,” ungkap Zulfahmi.

Sekarang, kata Zulfahmi, yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat setelah pasca kejadian bencana adalah kebutuhan pokok seperti sembako, pakaian, dan peralatan dapur.

“Sampai sekarang belum ada bantuan yang masuk, yang dibutuhkan warga soal makan dan minum, tapi barang-barang tidak bisa masuk. Jalan banyak yang longsor,” jelas Zulfahmi.

Yuridis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.