Bertindak Sebagai Inspektur Upacara, Syahrial.MM Bacakan Sambutan Menag RI Yaqut Cholil Qoumas

oleh -42 Dilihat
kabupaten Solok, Asisten I bertindak sebagai inspektur upacara (Dok Siska)
Upacara pengibaran bendera pada 3 Januari adalah dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) RI. Hari itu adalah hari kelahiran Kemenag, dan pada 2023 ini, Kementerian itu telah berusia 77 tahun, dan diperingati serentak diseluruh Indonesia.

Dipemerintahan kabupaten Solok, Asisten I bertindak sebagai inspektur upacara, dalam hal itu, Syahrial mewakili Bupati Solok, Capt.H.Epyardi Asda yang berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam kesempatannya, diamanahkan untuk membacakan sambutan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Pada peringatan HAB Kemenag 2023 ini, mengangkat tema ” Kerukunan Umat Untuk Indonesia Hebat “. Dalam amanahnya, Syahrial menyebutkan, bahwa Kemenag akan terus bangkit dalam memberikan pelayanan terbaik kepada umat.

Dalam sambutannya yang dibacakan itu,
Yaqut Cholil Qoumas juga mengajak masyarakat untuk mengenal, memahami dan meresapi atau bertanya kembali mengapa dan untuk apa Kementerian Agama yang dulu bernama Departemen Agama ini dilahirkan pada 1946.

” Sebagai generasi penerus, sudahkan melakukan pengabdian sebagaimana Khittah kelahiran Kemenag, dan jadikan momen ini sebagai langkah perbaikan ” kata Syahrial membacakan makna yang terkandung dalam pertanyaan tersebut.

Dalam amanat itu juga mengatakan tentang perubahan birokrasi Kenyerian Agama, selain lincah dan responsif, juga telah menghadirkan Pusaka Super Apps, serta telah melahirkan berbagai inovasi dengan sistim digital.

ASN Kemenag dalam menjalankan tugasnya, diwajibkan mengedepankan kerukunan, karena kerukunan itu sangat
fluktuatif dan dinamis. Kerukunan juga akan menguji, terutama menjelang pesta demokrasi atau Pemilu yang akan digelar 2024 mendatang.

Sejatinya, kerukunan adalah prasyarat pembangunan nasional. Pembangunan membutuhkan stabilitas, dan stabilitas dapat terwujud bila antar masyarakat rukun dan damai.

Penggunaan politik identitas menjelang Pemilu harus diantisipasi dan dimitigasi agar kerukunan umat tidak ternodai. Masyarakat mesti belajar pada apa yang terjadi pada pesta demokrasi sebelumnya, di mana masyarakat terbelah hingga kini masih bisa dirasakan, terutama di media sosial.

Oleh karena itu, keluarga besar Kementerian Agama, bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat harus terdepan dalam membina dan membangun suasana rukun dan damai, agar perjalanan dan tahapan Pemilu dapat dinikmati sebagai pesta demokrasi dalam pengertian yang sesungguhnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian kepada negara, Kemenag kembali mengajukan kepada Presiden untuk memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 10.073 Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama.

Pada Hari Amal Bakti ke-77 ini, atas nama Bapak Presiden, diberikan Penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 tahun kepada 936 orang, 20 tahun kepada 2.860 orang, dan 10 tahun kepada 6.277 orang Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama.

Dari liputan media ini, upacara memperingati HAB Kemenag ke 77 2023, turut dihadiri oleh Kakan Kemenag Drs. Zulkifli, S.Ag, Forkopimda Kab. Solok, Kepala SKPD di Lingkup Pemkab Solok, Jajaran Kemenag Kab. Solok dan Forkopimcam lembah Gumanti, Selasa, 3 Januari 2023, dilapangan MAN 3 Solok, Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti. (F.Siska)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.