Kasus Probable Omicron Muncul, Warga Diimbau untuk Taat Prokes

oleh -78 Dilihat

Setelah sempat beberapa bulan nihil angka kasus positif Covid-19, baru-baru ini kasus Covid-19 muncul lagi di Kota Padang Panjang. Tercatat ada tiga kasus baru dan semuanya problem varian omicron.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Faizah kepada kominfo, Sabtu (5/2) menyebutkan, temuan kasus Covid-19 itu merupakan kasus positif Covid-19 yang terdeteksi dalam sepekan terakhir yaitu sebanyak tiga kasus. Ketiganya lalu menjalani pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan reagen khusus.

Faizah mengatakan, pihaknya akan mengurai komponen sampel dan dibandingkan dengan database untuk dipastikan apakah ketiga probable tersebut varian Omicron atau bukan.

“Sampai sekarang statusnya disebut probable. Kepastiannya kita akan tunggu hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang kurang lebih hasilnya tiga sampai empat hari ke depan. Jadi sampai sekarang statusnya disebut probable,” kata Faizah.

Lebih lanjut, Faizah memaparkan, hasil pemeriksaan Senin (31/1) lalu, sejumlah siswa dan guru dari SMKN 1 baru pulang dari Jakarta-Bogor. Sebelum ikut belajar, diwajibkan oleh kepala sekolah untuk rapid antigen yang dilakukan tenaga kesehatan di Puskesmas Koto Katik. Dari 29 orang yang rapid antigen, didapat lima positif. Saat itu juga langsung dilakukan PCR (polymerase chain reaction) swab test.

“Hasilnya kita dapatkan Selasa (1/2), kelimanya positif. Dari 5 orang ini ternyata yang domisili Padang Panjang dua orang dan tiga warga Kabuapten Tanah Datar. Hari itu juga kami minta pihak sekolah untuk mengumpulkan lagi anak-anak dan guru yang 24 orang untuk diswab PCR hari Rabu,” urainya.

Ditambahkannya, untuk bisa menentukan variannya, laboratorium Unand melakukan pemeriksaan khusus dan Rabu (2/2) pagi keluar hasil kelimanya probable Omicron. Hasil swab PCR pada Rabu, keluar Kamis (3/2) dengan hasil satu orang positif warga Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

“Jumat (4/2), keluar hasil variannya juga probable Omicron. Pasien yang sedang dirawat di RSUD, juga ada satu orang positif dengan probable Omicron juga, warga Padang Panjang. Tapi minta pulang paksa untuk isolasi mandiri (isoman) di rumah karena riwayat keluar daerah tidak ada. Jadi warga kita ada tiga orang, isoman. Dua anak SMKN 1 dan satu masyarakat umum,” papar Faizah.

Dijelaskan Faizah, ketiga orang tersebut tidak mengalami gejala dan saat ini tengah menjalani isoman di rumah. Satgas Covid-19 Padang Panjang juga telah meminta pihak-pihak yang kontak erat dengan pasien yang terpapar, untuk segera karantina dan menyuruh untuk segera melakukan tes swab.

Faizah mengungkapkan pihaknya selama ini telah mengantisipasi terhadap masuknya kasus Omicron. Ia pun meminta warga untuk terus melakukan disiplin protokol kesehatan (prokes) yang saat ini tampak sudah mulai kendor.

“Karena mungkin saja (penyebabnya) kendor (prokes), yang kedua memang penambahan itu semua dari luar kota. Itu yang kita pesankan ke masyarakat Padang Panjang untuk prokesnya diperketat. Kita harus hati-hati untuk sebulan ke depan terhadap potensi penularan itu,” ujarnya.

Ditambahkannya, Pemko saat ini menggalakkan warganya untuk ikut vaksinasi booster. Sasaran utama adalah masyarakat rentan dan lansia. (rifki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.