Harga Naik, Mak Sur Terpaksa Sesuaikan Harga

oleh -97 Dilihat

ADA kerisauan di hati Mak Sur tatkala harga pokok dagangan yang dijualnya melonjak. Pilihan satu-satunya, ia harus menaikkan harga jika tak mau merugi.

“Syukurnya, sebagian pelanggan memahami kenaikan harga ini. Karena di tingkat pedagang lainnya, harga memang naik. Bagaimana pun, mereka tetap berbelanja untuk kebutuhan makan hariannya,” kata perempuan yang bernama lengkap Suryani (61) ini kepada Kominfo beberapa hari lalu.

Ibu empat anak yang tinggal di RT 4 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Padang Panjang Barat ini, berjualan bumbu masak, sayuran dan rempah di Pasar Pusat Padang Panjang, tepatnya di samping pintu Blok C. Setiap harinya, Mak Sur berjualan seorang diri. Hanya hari tertentu saja ia dibantu berjualan oleh anak-anaknya. Pekerjaan ini, telah dilakoninya sejak tujuh tahun lalu.

Sedari jam setengah tujuh pagi, ia sudah membuka lapak dagangannya. Sampai jam setengah sembilan malam, ia berjualan. Dari dagangan yang dijualnya, Mak Sur mengantongi keuntungan Rp 30.000-Rp 50.000/hari. Laba berjualan ini, digunakannya untuk membayar kontrakan dan sebagiannya lagi ditabungkan.

Sebelum menjadi pedagang barang kebutuhan masak harian ini, Mak Sur adalah seorang petani. Kini ia tak perlu lagi berpanas-panasan mengolah lahan pertanian. Ia mengaku, lebih senang jadi pedagang daripada menjadi petani. Karena ia tak lagi perlu memforsir tenaganya untuk bekerja di ladang atau sawah yang digarapnya. Selain usia sudah menua, tenaga tak lagi serupa seperti saat ia masih muda.

“Saya selalu berdoa agar diberi nikmat sehat dan lancar dalam berjualan. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan anak-anak dan keluarga,” ucapnya. (silvy rahmawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.