Ketua LMDH Sumber Makmur : Jika Lahan Kami Digarap Pihak Lain, Kami Makan Apa

oleh -69 Dilihat

Masyarakat desa hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) warga Dusun Bago, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, menolak informasi rencana perluasan tanaman tebu di Wilayah garapannya. Sabtu (4/6/2022).

Ketua LMDH Kelompok Tani Sumber Makmur yaitu Samsi mengatakan pihaknya menolak rencana tersebut karena akan menganggu mata pencaharian masyarakat desa hutan.

“Kami menggarap lahan hutan sejak jaman londo (Belanda-red), jika lahan kami digarap pihak lain, kami makan apa, sedangkan mayoritas warga di Dusun Bago, Desa Ngepringan adalah penggarap lahan hutan,” ungkap Samsi.

Ia menambahkan, banyak masyarakat yang sudah bergantung kehidupannya kepada hutan.

Sementara itu, Tim dari P3GI (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia) Pasuruan Jawa Timur, yang diketuai Danang mengatakan, kedatangannya bersama tim hanya untuk melakukan riset sosial atau melakukan penelitian yaitu menggali lebih dalam informasi-informasi dari para pesanggem (penggarap).

“Kami disini masih dalam melakukan kajian, melakukan penelitian. Ini merupakan bentuk kehati-hatian dari Perhutani agar tidak sembrono dalam hal pelaksanaan kebijakan. Oleh sebab itu Perhutani meminta kami lembaga independen untuk melakukan penelitian sosial, mendengar aspirasi para pesanggem,” ujar Danang.

Lanjut Danang,” namun jika kondisinya tidak sesuai dengan prosedur riset kami, maka kami batalkan saja untuk kajian dilokasi ini,” tutupnya.

Paryoto dari RPH (Resort Pemangkuan Hutan) Jenar saat dimintai konfirmasinya soal kedatangan tim dari P3GI Pasuruan, ia mengatakan hanya diminta pimpinan mengawal tim dari P3GI Pasuruan untuk melakukan riset sosial dengan para pesanggem.

(Tatang S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.