Senin, Juli 22, 2024

Napak Tilas Drummer Gilang Ramadhan dan Musisi Etnik Jepang KURI di Kebun Buah Kandi, Dulu Menanam Kini Memanen

More articles

Sawahlunto, dutametro.com – Napak tilas musisi terkenal, drummer legendaris Indonesia Gilang Ramadhan serta musisi etnik asal Jelang KURI (Katsu dan Miho) yang pernah menjadi peserta Sawahlunto International Music Etnic Festival (SIMFes) 2013 dan 2015 ke Kebun Buah Kandi, Jumat (5/7/2024) menjadi momen melihat dedikasi musisi tersebut dalam menjaga kelestarian alam. Jika di 2013 musisi ini menanam pohon, maka di 2024 ini mereka melihat pohon yang ditanam telah tumbuh besar.
“Gilang Ramadhan, dengan kepiawaiannya dalam bermusik, selalu menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Begitu juga dengan KURI yang terdiri dari Katsu dan Miho, dalam setiap penampilannya selalu mengusung pesan pelestarian alam. Para musisi senior ini tidak hanya berkontribusi melalui penampilan musik etnik, tetapi juga melalui tindakan nyata dengan menanam tanaman di lahan bekas tambang batubara,” ujar kepala UPTD Pembibitan dan Kebun Buah Kandi Efdi Fachri.

Kunjungan ini lanjut dia, menjadi momen spesial bagi keduanya serta bagi Kebun Buah Kandi, saat mereka menyaksikan tanaman dari tanaman mereka bertahun-tahun lalu. Tanaman yang dulu kecil kini tumbuh subur dan menghasilkan bunga dan buah yang lebat, simbol dari kolaborasi harmonis antara manusia dan alam.
“Lain dulu, lain pula sekarang. Dulu menanam, sekarang memanen. “Napak Tilas” kali ini Gilang Ramadhan beserta duo KURI memanen dan menikmati madu asli dari nektar bunga di kebun buah,” sebut dia lagi.

Sambil memanen, mereka berdiskusi mengenai integrasi budidaya tanaman buah dan lebah tanpa sengat (Trigona sp./Galo-Galo) dilahan bekas tambang batubara. Hasil panen, langsung dinikmati sembari bersantai melihat pemandangan tambang aktif dengan sistem tambang terbuka (open mining pit) yang dapat dilihat dari Kebun Buah Kandi.

Kebun Buah Kandi menjadi saksi bisu dari dedikasi dua musisi ini dalam menjaga kelestarian alam. Melalui napak tilas ini, Gilang Ramadhan dan KURI berharap bisa menginspirasi generasi muda untuk turut serta menjaga lingkungan, karena sejatinya, menjaga alam adalah investasi bagi masa depan yang lebih baik.

Sepintas sejarah Kebun buah Kandi Sawahlunto, yang lokasi taman buah dahulunya merupakan lahan tandus bekas penambangan batubara oleh salah satu perusahaan milik negara. Kondisi lahan yang tandus mampu disulap menjadi lahan berhasil guna dan produktif yang bisa ditanami berbagai jenis buah buahan.

Diatas lahan seluas 3,1 hektar dibilangan Kandi yang berada tidak jauh dari danau Kandi, dikembangkan beranekaragam buah yang siap memanjakan wisatawan. Sejak 2002 lalu disulap oleh tangan tangan kreatif dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan setempat menjadi lahan produktif dengan koleksi buah buahan hingga 719 jenis tanaman. Sebagai lahan bekas tambang dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura yang terintegrasi dengan budidaya lebah tanpa sengat Trigona/kelulut/galo galo.(rki)

Teks Foto
Musisi Indonesia Gilang Ramadhan dan Musisi Jepang KURI, napak tilas ke Kebun Buah Kandi Sawahlunto. Mereka pernah menanam pohon saat menjadi peserta SIMFEs 2013 dan 2015.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest