Pemkab Pessel Terus Dukung Percepatan Penerapan Program kurikulum Merdeka

oleh -48 Dilihat

Pesisir Selatan, dutametro.com-Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terus berkomitmen mendukung percepatan penerapan program kurikulum merdeka belajar di daerah itu.

Bupati Rusma Yul Anwar menyampaikan dukungan tersebut diimplementasikan dalam bentuk pemberian pelatihan pada sumber daya manusia guru pelaksana melalui bimbingan teknis (Bimtek) secara online lewat komunitas guru penggerak, Jum,at 10/06.

“Alhamdulillah, progresnya terus berjalan dan perkembangannya cukup bagus,” ungkap bupati usai membuka seminar Implementasi Kurikulum Pendidikan Merdeka Belajar di Painan.

Dalam seminar yang diikuti seluruh kepala sekolah dasar di daerah itu hadir sebagai pembicara dari Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Direktur Penerbit Airlangga Asrel.

Bupati melanjutkan selain pembentukan sumber data manusia gurunya pemerintah kabupaten secara bertahap menyiapkan sarana dan prasarana penunjang kurikulum merdeka belajar.

Pembiayaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan dana pokok-pokok pikiran anggota DPRD.

Selain itu pembiayaan juga dialokasikan melalui Dana Operasional Sekolah (BOS), sesuai dengan ketentuan dan peraturan pelaksanaan serta petunjuk teknis pelaksanaannya.

Dukungan juga sejalan dengan visi-misi daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2021-2026 yang fokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia

“Karena itu saya meminta dinas pendidikan untuk mengintensifkan pembinaan dan pendampingan implementasi pelaksanaan kurikulum ini,” ujar bupati.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Salim Muhaimin menyampaikan pelaksanaan kurikulum merdeka di Pesisir Selatan kini telah diterapkan pada 268 SD dari total 404 SD.

Kemudian 48 SMP dari total 78 SMP yang ada dan 6 sekolah untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dilaksanakan dengan dukungan sekitar 110 orang guru penggerak.

Mereka wajib mengimbaskan minimal pada 10 orang guru lain di sekitarnya, meski beda sekolah, sehingga progres pelaksanaan kurikulum merdeka belajar bisa terwujud lebih cepat.

“Kami terus mendorong sekolah-sekolah yang belum memulai agar segera memulai. Bisa mandiri, melalui sekolah penggerak atau sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013 yang disederhanakan,” terang Salim.

Menurutnya bagi guru yang jauh dari ibu kota kabupaten pendampingan dilakukan melalui pertemuan secara virtual, sehingga semua ruang kelas di Pesisir Selatan bisa menerapkannya.

Bahkan tahun ini pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pendidikan mengalokasikan Tarusan unit komputer berbasis chroom book untuk sejumlah sekolah di Pesisir Selatan.

“Jadi, di dalamnya ada program berbasis aplikasi yang bakal memudahkan sekolah dalam pelaksanaan dan pelaporan progres kurikulum merdeka belajar,” tuturnya.

Merdeka belajar merupakan terobosan baru pengembangan kurikulum pendidikan di Indonesia yang menekankan pada merdeka berfikir bagi para guru dan siswa yang mendukung banyak inovasi dalam dunia pendidikan.

Nuansa pembelajaran akan lebih nyaman, karena murid dapat berdiskusi lebih dengan guru, belajar dengan outing class, dan tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi lebih membentuk karakter peserta didik yang berani.

Anak akan lebih mandiri, cerdik dalam bergaul, beradab, sopan, berkompetensi dan tidak hanya mengandalkan sistem peringkat yang menurut beberapa survei hanya meresahkan anak dan orang tua saja, karena setiap anak memiliki bakat dan kecerdasannya masing-masing.

“Nantinya akan terbentuk pelajar yang siap kerja dan berkompeten serta berbudi luhur di lingkungan masyarakat,” jelas Salim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.