Diusia Muda, Joni Hermanto Meraih Kompetensi Wartawan Utama

oleh -169 Dilihat
Joni Hermanto. (Foto: Istimewa)

Tanah Datar – Bagi kebanyakan orang, menjadi jurnalis atau wartawan itu merupakan hal yang luar biasa. Bertemu dengan sosok-sosok baru, mendapatkan pengalaman baru, dan hal-hal luar biasa lainnya membuat banyak generasi muda yang ingin berkecimpung di dunia wartawan. Baik itu wartawan cetak, eletronik, maupun online.

Seperti yang diutarakan oleh Joni Hermanto wartawan muda, energik, pemberani, berprestasi dan berkopetensi, itulah segelumit gambaran tentang sosok jurnalis asal Kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.

Dimana diusianya yang baru menginjak 36 tahun ia sudah meraih prestasi yang prestisius dalam dunia jurnalistik sebagai wartawan berkompetensi untuk jenjang utama, jenjang yang paling tinggi dalam tingkatan kompetensi wartawan.

Untuk skala Kabupaten Tanah Datar saja, walaupun belum genap 10 tahun menjadi jurnalis, namun kompetensi yang diraihnya sudah sejajar dengan wartawan senior seperti Syahril Amda Dt. Canang dan Musriadi Musanif yang sudah lebih dari empat puluh tahun menggeluti profesi ini.

Dihubungi melalui _WhatsApp_ pribadinya, Joher, begitu dirinya akrab disapa dikalangan wartawan Tanah Datar, memberikan tips bagi wartawan pemula agar dapat berprestasi serta menjadi jurnalis yang handal.

Pria yang sedang menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Ekasakti Padang ini menjelaskan pengertian terkait jurnalis. Jurnalis itu merupakan orang yang mencari, mengumpulkan, mengolah, dan menyampaikan informasi dalam bentuk berita.

“Saya tidak pernah sekolah khusus jurnalis, karna pada prinsipnya untuk menjadi jurnalis atau wartawan itu semua orang bisa asal punya keinginan dan juga kemampuan dasar menjadi seorang jurnalis,” katanya, Kamis (10/03).

Lebih lanjut, Joher mengatakan, seorang jurnalis harus mengetahui berbagai bidang walau sedikit-sedikit, jadi disaat ditugaskan meliput olahraga atau bencana atau diutus melakukan investigasi, seorang jurnalis atau wartawan tersebut harus siap. Jadi ilmu-ilmu dasar itu harus sudah diketahui.

“Pertama untuk menjadi seorang jurnalis adalah memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu adalah hal dasar yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis. Ada perumpamaan yang mengatakan, jurnalis itu harus ahli di semua hal walau sedikit-sedikit,” jelasnya.

Kedua, harus selalu mau belajar. Selalu ingin banyak membaca, karena itu akan menjadi bekal dan pengetahuan ketika meliput atau mencover peristiwa-peristiwa yang terjadi disekeliling. Tips ketiga, tidak pernah puas dan selalu ingin mencari tau.

“Jadi kalau meliput sesuatu, harus ada rasa skeptis. Kalau kita puas dengan apapun yang kita temui dilapangan, itu mungkin saja kita tidak pernah menemukan titik pangkal persoalan, jadi harus mau tau harus kritis,” jelasnya.

Keempat , harus mau kenal dengan banyak orang. Karena harta atau kekayaan besar seorang jurnalis atau wartawan itu sesungguhnya _networking_nya atau jejaringnya. Kalau kenal banyak orang, berarti jurnalis atau wartawan tersebut punya kesempatan untuk interview banyak orang dan tau informasi lebih banyak.

“Harus selalu rajin bergaul. Tidak pilih-pilih mau bergaul dengan siapa karna disekeliling kita pasti punya cerita yang menarik untuk kemudian disampaikan ke publik,” pungkasnya. Mnh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.