Ketua Umum PC GP Ansor Abil Sikap Akan dugaan kuat Ajaran Sesat Yang Viral.

oleh -111 Dilihat

Situbondo, dutametro.com-Sejumlah Warga kabupaten Situbondo kesal dan geram dengan adanya video yang beredar di medsos juga Snack video,di video tersebut menayangkan seorang laki- laki yang diduga kuat mengajarkan ajaran sesat.

Hal tersebut dapat tanggapan Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Situbondo, Yogi Kripsian Sah.Hal tesebut dirinya tak mau tinggal diam dengan adanya video yang viral di sejumlah media sosial tersebut. Dia didampingi beberapa LBH Ansor Kabupaten Situbondo mengadukan persoalan tersebut ke polres Situbondo.minggu 10/4/22 malam.

Menurutnya, postingan video dengan narasi mencatut nama Situbondo itu cukup meresahkan banyak pihak. Khususnya masyarakat Situbondo pada umumnya.

“Konten tersebut memuat ujaran kebencian dan mengarah terhadap SARA. Hal itu tentu dapat menimbulkan chaos di masyarakat Situbondo umumnya . Apalagi di narasi konten disebutkan bahwa di Kabupaten Situbondo ada yang namanya Kiai Syarif yang mengajarkan ajaran sesat,” ujar Yogi.

Diantaranya ajaran yang dikatakan,orang berpuasa boleh merokok dan berhubungan suami istri di siang hari.

“Dengan adanya pengaduan ini, kami ingin memberikan edukasi terhadap masyarakat bahwa ketika bermedia sosial harus berhati-hati agar tidak menimbukan keributan di masyarakat,” ungkapnya.

Dan dengan adanya konten tersebut, kata Yogi, nama Kabupaten Situbondo menjadi tercemar. “Jadi seakan-akan di Kabupaten Situbondo ada seorang kiai yang mengajarkan ajaran sesat,” Imbuhnya.

Sementara, Kasi Humas Polres Situbondo, Iptu Achmad Sutrisno, saat dihubungin masih belum memberikan respon. Sehingga belum diketahui secara pasti jawaban dari yang bersangkutan.

Pantauan dilapangan dengan tulisan berisi ajaran sesat Kiai Syarif Situbondo viral di sejumlah media sosial. Salah satunya di facebook.yang di unggah oleh akun Husain. (Sun ). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.