Senin, Juli 22, 2024

Mengunjungi Museum Kereta Api Sawahlunto Mengenang Sejarah Perkeretaapian

More articles

Sawahlunto, dutametro.com – Museum Kereta Api Sawahlunto, sebagai wisata edukasi sejarah, menjadi lokasi yang wajib dikunjungi bagi wisatawan maupun pelajar. Ungkapan jas merah atau jangan melupakan sejarah membuat objek wisata sejarah world heritage Sawahlunto senantiasa ramai dikunjungi.

Terletak dijantung kota tua Sawahlunto, museum kereta api Kampung Teleng ini menjadi bagian sejarah lahir dan berkembangnya kota tambang batubara tertua di Indonesia ini.

Museum ini dahulunya merupakan stasiun kereta api dibangun pada tahun 1912 oleh Pemerintah Kolonial Belanda yang berfungsi sebagai sarana transportasi bagi hasil tambang batu bara Ombilin ke berbagai daerah, termasuk pelabuhan Teluk Bayur. Stasiun ini berhenti beroperasi pada tahun 2003 karena habisnya batubara Ombilin, kemudian pada 17 Desember 2005 stasiun ini dijadikan museum yang diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan merupakan museum perkeretaapian kedua di Indonesia setelah Ambarawa. Selain mempertahankan fasadnya, museum ini juga menyedian ruang pameran, ruang pertemuan dan spot berfoto untuk pengunjung.

Yang paling fenomenal dari koleksi museum ini, yaitu lokomotif uap legendaris E 1060 yang biasa disebut ” Mak Itam”.

Keberadaan Mak Itam tak.lepas dsri sejarah panjang tambang batubara Ombilin dan menjadi saksi masa kejayaannya. Setelah pensiun di tahun 1988 karena digantikan oleh lokomotif diesel, Mak Itam sempat tinggal di Museum Kereta Api Ambarawa Jawa Tengah yang akhirnya kembali ke Sawahlunto pada 2007.

Nilai sejarah itu, menjadikan museum ini sebagai salah satu objek kunjungan wisata bagi masyarakat umum dan juga pelajar baik dari Sawahlunto maupun dari luar daerah di Sumatra Barat dan luar Provinsi lainnya.

Salah satunya, SMAI Boarding School Raudhatul Jannah Payakumbuh, yang menjadikan museum kereta Api sebagai salah satu lokus dalam study of history. Setidaknya 200 orang siswa dan guru sekolah ini berwisata sekaligus menambah wawasan terkait sejarah tambang batubara tertua di Indonesia dan juga terkait transportasi pengangkutnya. Diwaktu yang bersamaan, Sabtu (11/5/2024) juga berkunjung SD IT Andalas Cendikia Dharmasraya. Sekitar 30 siswa dan guru antusias menerima informasi dari petugas museum terkait sejarah Museum Kereta Api dan Sawahlunto pada umumnya.(rki)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest