Pemkab Pessel dukung Program Unggulan Pemprov cetak 100.000 enterpreneur Hingga 2024.

oleh -166 Dilihat

Pessel, Dutametro.com- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, menegaskan dukungan terhadap program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mencetak 100 ribu enterpreneur hingga 2024.

Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan dan Transmigrasi Mimi Riarty Zainul mengatakan program itu sejalan dengan upaya memacu kemandirian perekonomian daerah melalui kreatifitas masyarakat, sekaligus strategi menekan tingkat pengangguran terbuka, (13/03).

“Pemerintah kabupaten komit mendukung, karena memang selaras dengan visi-misi daerah lima tahun mendatang,” ungkapnya di Painan.

Ia menjelaskan salah satu indikator daerah maju ditandai dengan jumlah enterpreneur di daerah itu sendiri, minimal 4 persen dari total penduduk. Artinya, semakin banyak enterpreneurnya, kian maju pula daerah itu.

Target tersebut diwujudkan lewat berbagai program pelatihan pada masyarakat usia angkatan kerja, sehingga menghasilkan produk berdaya saing nasional dan bahkan internasional berbasis komoditi lokal.

Membangun sinergitas dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi penunjang lainnya secara sektoral sesuai kewenangan dan tugas masing-masing.

Kemudian mendekatkan dengan lembaga pembiayaan, baik bank maupun non-bank, mengingat persoalan klasik pengembangan sebagian usaha selama ini adalah akses terhadap modal murah.

Meningkatkan semangat penggunaan produk buatan lokal agar menimbulkan gairah berusaha. Bahkan menargetkan omzet ekonomi kreatif senilai Rp50 miliar pada 2026 melalui sektor pariwisata.

Selain itu membantu pemasaran produk lokal melalui ajang promosi dan mengikuti pameran-pameran skala regional, nasional dan internasional. “Ini salah satu stimulan bagi tumbuh kembangnya dunia usaha,” tuturnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat Audy Joinaldi menyampaikan pemerintah provinsi menargetkan tumbuhnya 100 ribu wira usaha hingga 2024, khususnya dari kalangan milenial.

Target itu sudah disusun dalam program Sumbar Madani dan telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi (RPJMP) 2021-2026 melalui digitalent.

Pengusaha bukan berarti wira usaha, tapi wira usaha sudah pasti pengusaha. Mereka merupakan kelompok pengusaha yang mampu meningkatkan kapasitas usahanya secara berkelanjutan.

Menurutnya program yang nantinya bakal Dinas Koperasi dan UMKM itu melibatkan kerjasama lintas perangkat daerah, para profesional bidang trainer dan lembaga keuangan.

“Ada pelatihan di berbagai bidang, sesuai dengan minat dan bakat masyarakat. Nanti bisa diakses lewat aplikasi,” sebut Wagub.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.