Berbuntut Panjang, Pungutan Pupuk Gratis Dikembalikan

oleh -3 Dilihat

 

SITUBONDO.Duta Metro – Adanya penarikan uang sebesar Rp 50 ribu kepada petani penerima pupuk gratis di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit berbuntut panjang. Sebab kejadian itu sampai terdengar Bupati Situbondo, Karna Suswandi.

Orang nomor satu di Kota Santri tersebut, naik pitam dan  geram. Dia langsung menghubungi pihak terkait hal tersebut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Situbondo. Bupati meminta tim dari OPD tersebut untuk melakukan penyelidikan dan memintanya uang milik rakyat harus dikembalikan.

“Bahkan saya sampaikan, kalau tidak kunjung dikembalikan, akan ditempuh jalur hukum. Agar tidak biasa mereka. Sudah saya sampaikan gratis. Kok masih ada yang memungut uang,” ujar Bupati, Jumat (11/12) malam.

Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Situbondo, Basmalah membenarkan adanya atas teguran dari Bupati Situbondo Karna. Dia pun langsung memanggil para kelompok tani yang diduga terlibat dalam penarikan uang tersebut.

“Kemarin setelah ada berita seperti itu, kami diinstruksikan oleh bapak bupati untuk mencari kebenaran informasi tersebut. Kita langsung panggil PPL dan kelompok taninya. Dari keterangan dan data yang ada, memang informasinya (penarikan) itu akurat,” ucapnya Basmala dikutip NarasiNews.id Sabtu 11/12/21

Ia menambahkan,penarikan uang Rp 50 ribu tersebut merupakan inisiatif dari kelompok tani yang ada di Desa Klatakan. “Jadi setelah selesainya acara pembagian pupuk gratis itu, mereka mengadakan pertemuan tanpa dihadiri oleh PPL setempat. Alasannya untuk biaya transportasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, mengungkapkan, pihaknya langsung menginstruksikan kepada kelompok tani di Desa Klatakan untuk mengembalikan uang Rp50 ribu tersebut. “Malam itu juga saya minta dikembalikan dan dibuktikan dengan foto,” imbuhnya.

Basmalah menerangkan, total ada 9 kelompok tani di Desa Klatakan yang kedapatan menarik uang Rp 50 ribu kepada para petani penerima bantuan pupuk gratis. “Mereka telah mengakui itu,” singkatnya. 

kedepan pihaknya tidak segan-segan untuk melaporkan kelompok tani yang kedapatan menarik uang kepada petani penerima bantuan pupuk gratis kepada pihak kepolisian.

“Langkah tegas dari bapak bupati sudah jelas seperti itu. Kami juga akan memblacklist mereka dari program-program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan,” paparnya.

Basmalah  berharap kepada para petani penerima bantuan pupuk gratis yang merasa ditarik uang oleh kelompok tani untuk melapor ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Situbondo.( Sun )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.