Kepopuleran ‘Putra Mahkota’ Semakin Terlihat Daripada Berjumpa Bupati Lebih Baik Menemui Zulhendri || dutametro

oleh -6 Dilihat

 

Arosuka, dutametro.com. – Dengan berkumpulnya sekitar 20-an ASN dari berbagai lintas SKPD di kediaman Zulhendri rang Sumando Singkarak asal Muara Labuh ini, semakin menyiratkan ketergantungan ASN ketimbang ke bupati. “Mendekati isu mutasi kekinian, kepopuleran ‘putra mahkota’ (Zulhendri-red) semakin terlihat. Karena daripada menjumpai bupati yang terkenal keras, takut awak kena gas, lebih baik menemui Zulhendri. “Pak Bupati paling tahu cuma setingkat kepala dinas, para camat, tapi kalau yang selevel Kabid ini, ia saja yang menggodok tu, mereka kan trio mupet”, salah seorang pejabat di Pemkab.Solok.

Ketika ditanyakan ke Zulhendri yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan dan dipastikan sekitar Oktober mutasi besar-besaran bakal bergulir pasca enam bulan era pemerintahan duet Bupati Asda-Pandu, niscaya 1000 (seribu) persen Zulhendri akan diangkat jadi Kepala Dinas Kesehatan. 

Dikonfirmasi kapasitasnya memanggil para ASN untuk berkumpul-berkumpul dirumahnya Sabtu, (21/8/21), dirinya menampik keras. “Apakah bapak memanggil orang untuk berkumpul dirumah bapak sepengetahuan bupati”, tanya wartawan. “Paaaak…saya tidak pernah memanggil orang untuk berkumpul di rumah saya. Sebelumnya Zainal menelpon, bahwa ia dan yang lain (sesama ASN) akan datang ke rumah saya sekitar 10 atau 12 orang, makan-makan. Saya bilang hari Sabtu saya ada di kandang, kalau sebanyak itu dirumah sajalah. Kan tidak mungkin orang datang ke rumah saya mereka ditolak ?”,dalih Zulhendri. 

Maka Sabtu siang itulah berkumpul sejumlah ASN lintas SKPD, sementara Bupati Epyardi Asda dan Wakil Bupati Jon Firman Pandu, mengikuti acara Sertijab Kapolres di Mapolres Arosuka di Lubuk Selasih mulai selepas Zhuhur hingga sore harinya. Sedangkan Sekda Edisar masih sibuk pesta kenduri pernikahan putrinya.

Dengan berkumpul-kumpul di rumah Zulhendri, menyulut kecemburuan sebahagioan ASN yang pernah dikumpulkan bupati jelang dan awal ia menjabat. Namun mendekati mutasi besar-besaran enam bulan hampir masuknya masa kepemimpinan duet Bupati Asda Pandu, akan tetapi sudah beralih dan ditekel Zulhendri saja dengan jumlah ASN semakin mengecil saja lagi. Sehingga semakin terang benderang peranan Zulhendri untuk mengatur urusan tersebut. 

“Pak Bupati mantan anggota DPR RI tiga periode, mana hapal ASN yang jumlah puluhan ribu di Kabupaten Solok. Paling yang bisa jelas sama beliau para kepala dinas dan itu pun masukan dari orang terdekat beliau, selebihnya, ya dia yang mengatur”, tuding ASN yang pernah ikut rapat bersama bupati sekarang sudah tidak diikutsertakannya lagi.

Lagian soal birokrasi, Zulhendri merupakan ‘putra mahkota’ bagi Bupati Epyardi. Karena ia sudah menjadi pejabat juga sebelumnya seperti Sekretaris Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan kini kembali jadi Sekretaris Dinas Kesehatan yang langsung mengambil mobil dinas terbaru, ‘sitaan’ kendaraan sehari-hari Kadis Pariwisata, No Pol BA 30 H.  Sementara Kadis Pariwisata Nasripul terpaksa menaiki kendaraan pribadi ke kantornya. Sekaitan mobil Innova inilah  yang lucu di Pemerintahan Kabupaten Solok, jika orang bupati, bisa dua sekaligus Mobnas Innova di sebuah kantor. Seperti BA 24 H dipakai Kadis Kesehatan dan BA 30 H dipakai sekretaris. Hampir serupa, Kadis Sosial dan sekretarisnya juga mendapatkan kendaraan bagus. Pada Sekretariat DPRD juga dua unit Innova. Mirisnya, Kadis PU, Kadis Pertanian, Kadis Pariwisata, Inspektorat dan lainnya hanya memakai kendaraan pribadi. Kentara betul mana lawan dan kawan, bak ibarat siang dengan malam.

Jamak orang tahu, bupati dan wabup adalah politisi yang baru mencoba di birokrasi. Dan kepercayaan memang agak tertumpang ke Zulhendri sebagai tangan kanan Bupati Epyardi Asda yang selama Pilkada selalu menyertai. Bahkan kekuatan Zulhendri di birokrasi juga diperkuat Indra Mukhsis dan Humaira. Trio mupet yang diplesetkan orang andilnya sangat besar ‘mengocok’ para ASN setingkat dibawah eselon II.

Mereka bertiga hubungan emosional sangat karib sekali. Zulhendri orang Muara Labuh ini dan Indra Mukhsis beradik kakak dan Humaira adik iparnya atau istri dari Indra Mukhsis yang telah mendapat jabatan empuk sebagai Kabag Umum. Tak kalah wah, Humaira pun rang Bukittinggi ditempat sebagai Kabid Pendapatan di Badan Keuangan Daerah. Ketiga ini sangat berperan besar memberikan masukan ke bupati bahkan mengatur ASN di Kabupaten Solok. Sehingga putra daerah yang digembar-gemborkan bupati selama ini bakal tersingkir. 

Masih ingat postingan video Jasnil Khaidir, jelang Pilkada Pak Epyardi berpidato dihadapan masyarakat. Bahwa Novi Chandra akan berpasangan dengan Irwan Afriadi putra Solok Selatan asal Alahanpanjang. Baliho Novi Chandra dan Irwan Afriadi dari Nasdem sudah terpajang di berbagai titik strategis. Kehadiran kontestan dari Sangir ini digoreng-goreng. “Masak orang Sangir jadi bupati dinegeri kita, sementara setelah menjadi (bupati), orang Muaralabuh yang mengatur ASN di Arosuka”,celetuk pendukung 02 yang telah ditinggalkan. “Jangankan itu, Dodi Hendra Ketua DPRD dirundung kemelut ini, pernah sesumbar pasca kemenangan 02, bahwa dirinya memproklamirkan merupakan panglima perang atas pemenangan Asda Pandu, tapi….kenyataan, kini sudah bacakak dan ditinggalkan”,tukuk yang lain lagi. (B.Sikumbang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.