Melanggar Kode Etik Profesi, Bripka Indra Diberhentikan Tidak Hormat Dari Kepolisian

oleh -5 Dilihat

    

SITUBONDO.DutaMetro,setelah dijadikan DPO Anggota Polisi dengan Berpangkat Brigadir Kepala (Birpka) yang bernama Indra, Akhirnya datang ke Propam polres Situbondo untuk mengikuti sidang kode etik,ia datang tanpa paksaan.Rabu 1/12/21.

Oknum polisi tersebut dipecat lantaran selama ini dianggap sering menyalah gunakan wewenangnya sebagai pengayom masyarakat,dengan memanfaatkan institusinya untuk kepentingan pribadi saja.

Kasi Propam Polres Situbondo Ipda  Harsono mengatakan,“Yang bersangkutan mulai hari ini dipecat dengan tidak hormat, karena telah melanggar kode etik profesi, dimana perbuatannya sudah tidak mencerminkan sebagai anggota polisi yang baik seharusnya mengayomi masyarakat, dan telah merugikan warga dan juga mencoreng institusi Polri,” ujar Harsono..

setelah dirinya dapat laporan warga dan hasil temuan yang dilakukan oleh Propam Polres Situbondo terhadap oknum polisi tersebut,yang bersangkutan juga terlibat penyalah gunakan narkoba, tindak pidana penipuan, penganiayaan dan beberapa kasus lainnya.

“Kasus pelanggaran kode etik profesi yang dilakukan oleh Indra ini sudah terlalu banyak, yang bersangkutan juga sudah mengantongi Keterangan Hukuman Disiplin (KHD) sebanyak delapan kali. Sebelumnya juga pernah dilakukan sidang etik, itupun tidak dijatuhi sanksi administrasi. Nah sekarang ini dia kembali menjalani sidang etik dengan sanksi administrasi. Artinya dia tidak layak lagi menjadi anggota polisi, sehingga diberhentikan dengan tidak hormat. Namun untuk SOP administrasi kami menunggu rekomendasi dari bapak Kapolda,” jelasnya.

Kasi Propam menjelaskan bila selain kasus yang dihadapi oleh oknum polisi tersebut dalam penanganan Propam, beberapa kasus pidananya lainnya juga ditangani oleh Satreskrim, untuk pengembangan penyidikan.

“Dugaan kasus tindak pidana yang dilakukan oleh Indra kami serahkan pada reskrim untuk dilakukan pengembangan dan penyelidikan, sedangkan kasus internalnya ditangani oleh Propam, namun untuk kasus pidananya, pihak Reskrim harus menunggu laporan warga, oleh karena itu kami menghimbau kepada warga yang merasa dirugikan oleh yang bersangkutan untuk membuat laporan ke Polisi,” pungkasnya ( Sun ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.