Menteri desa , Pembangunan daerah Tertinggal dan Transmigrasi kunjungi Nagari Limo Koto || dutametro

oleh -8 Dilihat

 

Bonjol.dutametro.com-  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Mendes PDTT),dr Drs H Abdul Halim Iskandar M.Pd menanggapi penyampaian Bupati Pasaman, H Benny Utama SH MM terkait lima desa atau kecamatan yang terisolir dan perlu bantuan anggaran pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat. 

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan daerah Tertinggal dan Transmigrasi. dr.Drs H Abdul Hasim Iskandar M.Pd disambut baik kedatangannya oleh Wali Nagari Limo Koto Ismed Junaidi. Dalam kunjungan tersebut Wali Nagari memperkenalkan Ternak Bebek yang berjumlah lebih kurang 180 ekor. 

Saat berada di Jorong Aia Abu Kenagarian Limo Koto, Menteri Desa Pembangunan daerah Tertinggal dan Transmigrasi, menyempatkan diri mencicipi buah durian sebagai menu oleh-oleh dari Kecamatan Bonjol.

“Saya senang berkunjung ke daerah ini, memiliki udara yang sejuk dan asri di daerah pegunungan bukit Barisan, dan di suguhi menu buah-buahan yang cukup beragam, sehingga terobati rasa lelah saat melalui jalan yang berliku di tepi bukit yang Cukup terjal menggunakan kendaraan darat”. Ungkap Menteri DPTT

“Saya ikut berbangga karena  satu-satunya Nagari yang mempersiapkan dan menyambut langsung kedatangan pejabat Negara level Nasional ke Kabupaten Pasaman” kata Ismed Junaidi dengan sumringah 

Sebelum Acara Kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi Ke Nagari Limo Koto. Hujan cukup deras mengguyuri lokasi di Jorong Aia Abu Kenagarian Limo Koto. Sehingga Menteri Desa Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi turun dari mobil Dinas Jalan dengan berhati-hati menuju acara.

“Meskipun hujan di Nagari Limo Koto, tetapi acara berlangsung dengan baik dan tak ada kendala yang berarti” ucap Bupati ketika mendampingi Menteri DPTT

Dr Drs H Abdul Halim Iskandar M.Pd menambahkan pada 2021, Kementrian Desa PDTT memberikan tugas kepada desa untuk melakukan pemuktahiran data desa berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) desa, disitu bisa terlihat bagaimana kemiskinannya, bagaimana kesehatannya, bagaimana pendidikannya, bagaimana sanitasinya dan air bersihnya.

Kabupaten Pasaman desa tertinggal masih banyak, ada lima desa atau Kecamatan saat ini terisolir dari segi pembangunan infrastruktur, untuk itu perlu bantuan anggaran dana dari Kementerian Desa PDTT, bila diandalkan APBD tidak mencukupi.

Lima desa atau kecamatan yang tertinggal itu yakni Kecamatan Mapat Tunggul, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kecamatan Rao Utara, Kecamatan Duo Koto dan Kecamatan Tigo Nagari.

Kunjungan Kerja Menteri Desa PDTT Abdul Halim didampingi Bupati Pasaman dan Wakil Bupati Pasaman diawali pembukaan dengan pemberian penghargaan piagam terkait penghargaan berupa Sustainable Development Goals (SDGs) kepada TA PSD, Wali Nagari Koto Rajo, Wali Nagari Lubuk Layang, Ketua Pokja, Wali Nagari Simpang, PLD Koto Rajo, PD Rao Utara, Camat Rao Utara  di Balerong, Rumah Dinas Bupati Pasaman.(Fajri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.