Warga Lakukan Pembugaran Makam Dt Gadang Tuanku Dauli Sikabau || dutametro

oleh -55 Dilihat

Dharmasraya-, dutametro.com. – Ditengah krisis ekonomi akibat pandemi covid 19, partisipasi aktif masyarakat dalam membangun Nagari tetap menggeliat. Seperti yang dilakukan oleh warga Nagari Sikabau, Kecamatan  Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Dimana warga melakukan pembugaran Makam Dt Gadang Tuanku Dauli Nagari Sikabau. Pembangunan Makam ini menghabiskan dana hingga Rp 500 juta. 

Menariknya, pembugaran Makam Dt Gadang Tuanku Dauli Nagari Sikabau ini menggunakan dana dari masyarakat Nagari Sikabau yang terhimpun dalam Koperasi Sawit Pusako Ninik Mamak (KS-PNM). 

“Pembangunan makam Dt Gadang Tuanku Dauli ini tak ada campur baur dari dana pemerintah baik Nagari maupun kabupaten, semuanya diambil dari dana masyarakat Nagari yang berasal dari dana Koperasi Sawit Pusako Ninik0l Mamak, ” ungkap Jamhur Dt Jati yang juga sebagai Ketua KAN Nagari Sikabau didampingi Herianto Dt Mandaro, Yulasmen Dt Rangkayo Mudo, M Yasin Dt Rajo Mangkuto, Hasan Basri Dt Malingkar dan Hasbi Dt Rajo Panghulu. 

Dikatakan Jamhur, pembugaran Makam Dt Gadang Tuanku Dauli Sikabau bertujuan sebagai penghargaan atas jasa dari Dt Gadang yang orang pertama menemukan nagari Sikabau. 

“Cucu kemenakan generasi Sikabau harus tau sejarah, agar tradisi dari adat istiadat nagari Sikabau ini tidak hilang, Makam Dt Gadang Tuanku Dauli Sikabau ini sebagai saksi sejarah lahirnya adat istiadat nagari Sikabau, ” jelasnya. 

Nagari Sikabau, kata Jamhur, memiliki kalender tradisi adat istiadat yang secara turun temurun masih menjadi budaya dan itu dijalankan setiap tahunnya. 

Kata Jamhur, pada bulan puasa, cucu kemanakan dari enam suku kembali kasurau masing masing, kemudian pada malam takbiran, ninik mamak yang ber enam mendatangi seluruh cucu kemenakan yang ada di Nagari Sikabau. 

“Sembari mandoa selamatan, apa yang disuguhkan ke mamak itu yang dimakan sekaligus silaturahmi, ” jelasnya. 

Kemudian, kata Jamhur, dihari kedua perayaan hari raya Idul Fitri, cucu kemenakan yang mendatangi penghulu masing masing. 

“Kadang dalam kunjungan ini diisi dengan kesenian anak Nagari, bermacam budaya ditampilkan untuk memeriahkan kunjungan ke penghulu ini, ” bebernya. 

Setelah puasa 6 Sawal, saat ingin turun ke sawah kata Jamhur, baru seluruh ninik mamak dan cucu kemenakan melakukan ziarah kubur ke Makam orang Gadang Sikabau yang saat ini tengah kita bangun dan perbagus Makam beliau. 

“Setelah itu, kita kembali melakukan ziarah kubur disaat masa panen dengan agenda mandoa dan syukuran. Alhamdulillah tradisi ini masih terus dilakukan, kita berharap budaya ini terus menjadi tradisi Nagari Sikabau secara turun menurun sampai kapanpun, ” tandasnya. 

Ditempat yang sama, Herianto Dt Mandaro, juga mengatakan tujuan dari pembugaran Makam Dt Gadang Tuanku Dauli Nagari Sikabau ini untuk menjaga rasa kekompakan sebagai anak nagari, mempertahankan tradisi budaya secara turun menurun. 

“Disamping itu juga Makam ini memang sudah perlu dilakukan pembugaran untuk menghargai jasa beliau orang yang telah menemukan nagari, sehingga kedepan generasi Sikabau terus mengingat sejarah dan tradisi yang ada di Nagari Sikabau, ” tandasnya. 

Terpisah Yulasmen Dt Rangkayo Mudo sebagai penanggung jawab pembangunan Makam, mengatakan bahwa pembangunan ini sudah mencapai 50 persen dan dana pembangunan diambil dari dana Nagari yang berasal dari masyarakat yang tergabung di Koperasi Sawit Pusako Ninik Mamak. 

“Semua anggaran dana dari masyarakat, tidak ada dana dari pemerintah baik itu Nagari maupun pemerintah kabupaten, ” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.