Waspadai Transaksi Jabatan Mendekati Mutasi Kepopuleran Zulhendri Hampir Menyaingi Bupati Solok || dutametro

oleh

 

Arosuka, dutametro.com. – Dengan berkumpulnya sejumlah ASN dari berbagai lintas SKPD di kediaman Zulhendri rang Sumando Singkarak asal Solok Selatan, semakin menjadi magnit bagi para ASN yang akan memburu jabatan jelang mutasi.

Karena jika sebelumnya hanya berkumpul di rumah pribadi Bupati Solok didampingi Wabup, namun pada Sabtu, (21/8/21) kemarin tidak satupun dihadiri pemimpin dari Ranah ber-ikon Tugu Ayam Kukuak Balenggek ini. Malah Bupati Epyardi Asda dan Wabup Jon F Pandu menghadiri Sertijab Kapolres Solok di Mapolres Arosuka di Lubuk Selasih. Demikian pula Sekda Edisar tengah melangsungkan pesta pernikahan putrinya.

Diperkirakan sekitar 20-an orang berbagai ASN lintas SKPD berkumpul di rumah Zulhendri, sehingga semakin terang benderang peranan Zulhendri untuk mengatur urusan tersebut. “Pak Bupati mantan anggota DPR RI tiga periode, mana hapal ASN yang jumlah puluhan ribu di Kabupaten Solok. Paling yang bisa jelas sama beliau para kepala dinas dan itu pun masukan dari orang terdekat beliau, selebihnya, ya dia yang mengatur”, tuding ASN yang pernah ikut rapat bersama bupati sekarang sudah tidak dibawa serta Zulhendri.

Lagian soal birokrasi, Zulhendri merupakan ‘putra mahkota’ bagi Bupati Epyardi. Karena ia sudah menjadi pejabat juga sebelumnya seperti Sekretaris Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan kini kembali jadi Sekretaris Dinas Kesehatan yang langsung mengambil mobil dinas merk Innova dengan No Pol BA 30 H kendaraan sehari-hari Kadis Pariwisata.  Sementara Kadis Pariwisata Nasripul terpaksa menaiki kendaraan pribadi ke kantornya. Sekaitan mobil Innova inilah  yang lucu di Pemerintahan Kabupaten Solok, jika orang bupati, bisa dua sekaligus Mobnas Innova di sebuah kantor. Seperti BA 24 H dipakai Kadis Kesehatan dan BA 30 H dipakai sekretaris. Hampir serupa, Kadis Sosial dan sekretarisnya juga mendapatkan kendaraan bagus. Mirisnya, Kadis PU, Kadis Pariwisata, Inspektorat dan lainnya hanya memakai kendaraan pribadi. Kentara betul mana lawan dan kawan, bak ibarat siang dengan malam.

Kehebatan Zulhendri putra mahkota yang mengatur ASN, bisa terlihat ketika ia mengumpulkan di kediamannya di Singkarak, padahal ia baru sebagai pejabat eselon III. “Kalau (masuk) untuk menemui bupati orang takut, karena beliau orangnhya tegas tidak neko-neko. Tapi dengan Zulhendri lebih soft, punya peran besar”,ngakunya berharap.

Jamak orang tahu, bupati dan wabup adalah politisi yang baru mencoba di birokrasi. Dan kepercayaan memang agak tertumpang ke Zulhendri sebagai tangan kanan Bupati Epyardi Asda yang selama Pilkada selalu menyertai. Bahkan kekuatan Zulhendri di birokrasi juga diperkuat Indra Mukhsis dan Humaira. Trio mupet yang diplesetkan orang andilnya sangat besar ‘mengocok’ para ASN setingkat dibawah eselon II.

Mereka bertiga hubungan emosional sangat karib sekali. Zulhendri orang Muara Labuh ini dan Indra Mukhsis beradik kakak dan Humaira adik iparnya atau istri dari Indra Mukhsis yang telah mendapat jabatan empuk sebagai Kabag Umum. Tak kalah wah, Humaira pun rang Bukittinggi ditempat sebagai Kabid Pendapatan di Badan Keuangan Daerah. Ketiga ini sangat berperan besar memberikan masukan ke bupati bahkan mengatur ASN di Kabupaten Solok. Sehingga putra daerah yang digembar-gemborkan bupati selama ini bakal tersingkir.

Sehingga kecurigaan ASN yang selama ini ikut membantu pemenangan bupati 02, dengan tidak diikutsertakan rapat lintas SKPD di rumah Zulhendri Sabtu kemarin menjadi berhiba hati.  Jadilah nama Zulhendri semakin popular menjelang mutasi hamper menyaingi viralnya kepemimpinan Bupati Solok yang telah booming di jagad maya. Jika ini terjadi, waspadai transaksi jabatan, karena trio ini bagaikan manisan yang bakal dikerubuti semut-semut nakal. Yang pasti Bupati Epyardi Asda adalah person the have (orangt kaya) dan sangat anti tentang sogok menyogok tersebut. (B.Sikumbang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *