Rabu, Juli 24, 2024

Cegah Penyebaran DBD Puskesmas Sikakap Lakukan Kegiatan Fogging, 7 Orang Warga Sikakap Terkena DBD

More articles

Sikakap,dutametro.com.-Januari sampai 17 Maret 7 orang warga Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), untuk pencegahan penularan penyakit khas negeri tropis dengan demam berpola Puskemas Sikakap melakukan kegiatan Fogging atau pengasapan dirumah dan got-got tempat berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti, dan memberikan Abatisasi yaitu penaburan Abate dengan dosis 10 gram untuk 100 liter air.

Ns Nurmawan Simbolon S.kep, Pemegang Program DBD Puskesmas Sikakap, menyebutkan, Senin (18/3/2024), Dari Januari sampai 17 Maret sudah 7 orang warga Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai terkena Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan rincian 4 orang di dinyatakan positif waktu periksa di rumah sakit di Padang, dan 3 orang di periksa di puskesmas sikakap, untuk pencegahan penularan DBD Puskemas Sikakap melakukan kegiatan Fogging atau pengasapan, dan memalukan Abatisasi yaitu penaburan Abate dengan dosis 10 gram untuk 100 liter air pada tampungan air yang ditemukan jentik nyamuk.

Lingkungan bersih salah satu cara mencegah penularan DBD, Penyakit Demam Berdarah (DBD) adalah inveksi virus yang ditilarkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Nyamuk Aedes aegypti secara tampilan sangat mudah dikenali dengan warnanya yang belang hitam putih dengan ciri fisik yang kecil, nyamuk Aedes aegypti hidup dan berkembang biak di air yang bersih seperti bak mandi.

Nyamuk Aedes aegypti mengigit manusia di saat terang mulai pukul 08.00 2lwib sampai jam 10.00 wib, dan menjelang sore hari jam 15.00 wib sampai 17.00 wib, mas inkubasi 5 hari sampai 10 hari, rata-rata 7 hari sejak gigitan nyamuk Aedes aegypti muncullah bintik-bintik pada tubuh manusia.

Gejala DBD umumnya di tandai dengan demam tinggi hingga 39 derajat Celcius, Sakit kepala, mual hingga muntah, nyeri di belakang mata, tulang dan otot, muncul ruam kulit atau bercak kemerahan di kulit, radang tenggorokan yang diiringi dengan sulit menelan dan minum, setelah itu.

Imbauan dan antisipasi penyebaran DBD dengan cara 4 M (Menguras, Menutup Tampungan Air, Mengubur Batang Bekas, dan Memantau), Dalam pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti dibutuhkan kerjasama semua pihak, terutama sekali masyarakat agar dapat menjaga kesehatan tubuh serta lingkungan bersih dan bebas dari genangan air, Jelasnya.

Camat Sikakap Victor, mengatakan, Dalam pencegahan penularan DBD tidak hanya tanggung jawab pemerintah dan pihak kesehatan saja, tapi peran serta masyarakat dalam hal menjaga lingkungan bersih sangat di perlukan sekali, menjaga lingkungan bersih itu tugas masyarakat untuk mencegah terjadinya berkembang biak jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti yang hidup dan berkembang biak di air bersih seperti bak mandi, tuturnya (SL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest