Respon Kenaikan Harga, Komisi II DPRD Agam kunjungan kerja ke PT. Pupuk Iskandar Muda & PT. Petro Kimia

oleh -84 Dilihat

Padang, Dutametro-Rombongan komisi II DPRD Agam disambut Aswin Anshari dan Slamet Rochani Perwakilan dari PT pupuk Iskandar muda dan PT Petro Kimia di aula Kantor Pusri Padang pada Selasa (18/01).

Sementara, Komisi II dihadiri ketua komisi Rizki Abdillah Fadhal serta anggota komisi Zulhefi, Alhamdi Arif, Mardanis, Joni Putra, Zulpardi, Asrizal, Jondra Marjaya, Noveri Edios, Ridwan Suhaili, dan Plt Setwan Dewi Afriani beserta jajaran.

Selanjutnya dalam rombongan komisi II juga membawa kepala dinas koperindagkop Dedi Asmar dan kepala dinas pertanian Arif Restu.

Kunjungan tersebut dilakukan, Terkait dengan kenaikan harga pupuk nonsubsidi di awal tahun yang cukup membuat masyarakat resah, Ketua Komisi II Rizki Abdillah Fadhal, mengatakan kenaikan harga pupuk tersebut menjadi beban bagi petani diawal tahun ini dan sekaligus mengindikasikan kacau balaunya kinerja pemerintah tidak bisa mengantisipasi.

“Saya meminta pemerintah harus segera mencarikan solusi agar para petani tidak menjerit.

Tentunya hal ini menjadi cermin bahwa manajemen pupuk yang di lakukan pemerintah Pusat masih kacau dan tidak antisipatif,” ujarnya, Selasa (18/01/2022).

Harga pupuk non subsidi, mengalami kenaikan hingga 100 persen pada pekan pertama Januari 2022.

“Harga pupuk Urea misalnya saat ini tembus Rp500.000/sak nya bahkan dibeberapa daerah lebih tinggi dua kali lipat dari harga normal Rp265.000/sak,” sebut Rizki.

Senada, Kepala Dinas Pertanian Arief Restu menilai, perlunya penekanan kepada Distributor agar kuota pupuk yang dipercayakan dapat tertebus semua 100%. Sehingga laporan ini bisa menjadi acuan untuk meningkatkan penambahan Kuota Pupuk di tahun berikutnya. Tentu PT. PIM & Petro Kimia selaku Produsen yang bisa melakukannya, disamping pengawasan yg dilakukan oleh Dinas.

“Dengan kenaikan harga pupuk non subsidi ini, kami berharap kita semua jemput bola, agar RDKK Kabupaten Agam untuk mendapatkan Pupuk bersubsidi meningkat pada tahun 2022 ini. Hendaknya kebutuhan pupuk subsidi kita lebih banyak diberikan dibandingkan Kabupaten Pasaman maupun Pasaman Barat jika dilihat dari luas lahan pertanian yang digarap” pungkas Rizki mengakhiri.

Lebih lanjut, Slamet Rochani mengatakan di tahun 2022 ada pengurangan pupuk jenis SP ZA dan Urea dan ada penambahan pupuk jenis organik cair cocok untuk tanaman holtikultura.

Anggota komisi II Alhamdi Arif mengatakan kita meminta kepada PT Iskandar Muda dan PT Petrokimia dalam pendistribusian pupuk bersubsidi agar dapat di awasi.

Noveri Edios anggota komisi II meminta agar distributor – distributor yang nakal agar di berikan sangsi dan bonus terhadap distributor yang mencapai target.

“Kita meminta kepada PT PIM dan PT Petro Kimia agar dapat memberikan sangsi dan reward kepada distributor dalam penyaluran pupuk nonsubsidi ini” tuturnya

(DJ/ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.