Muatan Berlebih, Sekitar 100 Ton Hasil Bumi PUS Tidak Terkirim Ke Padang Setiap Trip Kapal

oleh -241 Dilihat

Muatan Kapal berlebih sekitar 100 ton hasil bumi dari Pagai Utara Selatan (PUS) tidak terkirim ke Padang, hal ini disebabkan karena muatan kapal KMP Ambu-Ambu dan KMP Gambolo tidak mampu mengangkut hasil bumi berupa pisang dan jengkol.

Iptu Yanuar, Kapolsek Sikakap, menuturkan, Senin (20/6/2022), melihat hasil bumi tidak terkirim ke Padang disebabkan karena muatan kapal berlebih, timbul rasa kasihan dihari, tapi apa boleh buat yang bisa kita lakukan hanya menghibur penampung hasil bumi, masalah ini sudah pernah juga kota kumpulkan penampung hasil bumi dengan pihak terkait yang ada di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, inti dari pertemuan tersebut penampung hasil bumi minta pemerintah kabupaten kepulauan Mentawai minta supaya ditambah trip kapal atau tambah Armada, trip kapal sekarang dua trip perminggu yakni Kamis dan minggu.

perkiraan kita setiap trip kapal dari Sikakap Ke Padang yakni Kamis dan Minggu ada sekitar 100 ton hasil bumi dari PUS seperti Jengkol dan Pisang tidak terangkut ke Padang, hal ini disebabkan melimpahnya hasil bumi yang keluar dari PUS.

Sementara muatan kapal KMP Ambu-Ambu dan KMP Gambolo tidak berubah itu-itu saja, di PUS sekarang ini lagi musim jengkol dan pisang.

Kalau jengkol kalau tidak terangkat bisa dibuka kulitnya dan dikirim lagi trip kapal berikutnya, sementara kalau pisang, pisang yang masak tidak dikirim lagi sebab pisang masak tidak dibeli oleh bos.

Perkiraan kita setiap trip kapal itu ada sekitar 1000 tandan pisang yang tertinggal karena muatan kapal berlebih, pisang tersebut akan dikirim lagi trip kapal berikutnya, kecuali pisang masak.

Setiap trip kapal ada terus keluhan penampung pisang yang mengeluh kepada kita, disebabkan karena pisang atau jengkolnya tidak bisa dikirim ke Padang akibat muatan kapal berlebih.

Karena sekarang lagi musim panen pisang dan jengkol pedang bagaikan makan buah simalakama, di beli ayah mati, di makan ibu yang mati, artinya banyak dibeli resiko rugi kerena tidak bisa dikirim, kalau tidak dibeli kasihan kepada petani yang bermohon supaya jengkol atau jaringnya supaya dibeli.

penampung jengkol dan pisang dari PUS meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Propinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Pusat supaya dapat menambah trip kapal biasanya dua trip Kamis dan Minggu, kalau bisa ditambah lagi menjadi 3 trip atau 4 trip, agar hasil bumi dari PUS dapat terangkut semuanya, setiap trip kapal terus terjadi keributan mulut antara penampung pisang, penampung pisang dengan pihak kapal, kalau tidak ada kami pihak keamanan dari Polsek Sikakap, Koramil 04 Sikakap, dan Pos Kamla Sikakap pasti sudah terjadi pertengkaran adu jotos, untuk menjaga jangan terjadi adu jotos setiap trip kapal itu ada utusan dari Polsek Sikakap, Koramil 04 Sikakap dan Pos Kamla Sikakap untuk menjaga keamanan.sl

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.