Minta Nahkoda Kapal Dibebaskan, Nelayan Probolinggo Datangi Pelabuhan Kalbut Situbondo

oleh

Situbondo, DUTA METRO – penangkapan kapal nelayan yang diduga menggunakan alat tangkap ikan berupa cantrang terus menjadi persoalan yang berkepanjangan.sebab,penangkapan oleh Petugas Kapal Pengawas Perikanan Hiu 04, milik Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di wilayah  Probolinggo, pada tanggal 9/12/21 lalu.

warga Desa/Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo Khadir menyampaikan,bahwa dirinya mengaku sudah beberapa kali mengunjungi sanak saudaranya asal Kabupaten Probolinggo, yang saat ini sedang dilakukan pengamanan oleh petugas PSDKP Benoa, Bali, sejak tanggal 9 Desember 2021 lalu.

“Beberapa Anak Buah Kapal (ABK)  masih di tahan bersama lima kapal perahu di Pelabuhan Kalbut, yang itu merupakan nahkoda kapal. Awalnya ABK berjumlah 50 orang, namun sebagian sudah dipulangkan, hanya nahkoda kapal yang tetap berada di sini,” ujar Khadir kepada wartawan, Minggu 19/12/21 Siang kemarin.

Ia bersama 40 orang lainnya yang merupakan keluarga dari para ABK kapal perahu,mendatangi tempat pengamanan kapal perahu pada Pelabuhan Kalbut untuk mengetahui keadaan dari para ABK, dan mencari informasi atas alasan dari petugas PSDKP menangkap dan menahan mereka yang merupakan tulang punggung.

“Sejak awal, lima unit kapal dan ABK di amankan petugas di wilayah perairan Probolinggo sampai saat ini, pihak keluarga belum mengetahui alasan pastinya seperti apa. Karena dari petugas sendiri tidak pernah memberikan informasi atau pernyataan secara langsung kepada kami. Sedangkan ABK sendiri sudah 11 hari di tahan oleh petugas, tentu kami kebingungan dengan keadaan yang seperti ini tidak jelas apa penanganan dari petugas yang melakukan penangkapan,” ungkapnya.

Dari Sejak 11 hari lamanya para ABK berada di Pelabuhan Kalbut, memiliki dampak terhadap keluarga yang ditinggalkan. Khadir mengungkapkan, bahwa tak jarang dari keluarganya, kesulitan dalam menjalani hidup setiap hari. Karena mereka adalah kepala keluarga yang berjuang untuk mencari nafkah.

“Saya sebagai bagian dari keluarga ABK yang di tahan disini, merasakan bagaimana sedihnya dan kesulitan anak juga istrinya yang ditinggalkan. Bahkan, beberapa keluarga yang ditinggal jatuh sakit karena memikirkan nasib kepala keluarganya yang ditahan, jauh dari keluarganya dan berada di kota orang,” jelasnya.

Menurut keterangan yang disampaikan, Khadir mengaku, tujuan dari pihak keluarga mendatangi Pelabuhan Kalbut berharap agar ABK yang ditahan segera untuk di bebaskan.

“Alasan kami untuk meminta agar segera di bebaskan, karena petugas tidak melakukan pemberitahuan kepada kami selaku keluarganya, maupun pemberitahuan melalui surat kepada pemilik kapal yang diamankan oleh petugas PSDKP. Selanjutnya, terkait kasus penanganannya juga yang belum ada kepastiannya sampai saat ini,” imbuhnya.

pantauan di lapangan, para keluarga saat datang di lokasi Pelabuhan Kalbut, bertemu dengan ABK yang ditahan, suasana Isak tangis terjadi diantara mereka. 

Secara terpisah,disaat Kepala Sub Koordinator Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran, PSDKP Benoa, Yogi.tidak ada respon saat di hubungin lewat What Shapp celulernya.(Sun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.