Dalam Tahun 2022,Sudah 3 Orang Pekerja Tambang Ilegal Tewas Tertimbun di Jorong Balun

oleh -75 Dilihat
Dok Ilustrasi
Dalam setahun ini (2022), sudah tiga orang pekerja tambang rakyat ilegal di Jorong Balun, Nagari persiapan Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh tewas tertimbun sedalam 15 Meter.

Dua orang tewas didalam lobang bekas galian beberapa bulan yang lalu, merupakan warga biasa bukan pekerja tambang dan dipenghujung tahun 2022 ini, lobang dollar itupun kembali memakan korban, satu orang pekerja tambang merupakan warga pulau Jawa.

Seminggu sebelum kejadian tertimbunya pekerja asal Jawa Tengah itu, pihak Polres Solok Selatan telah menangkap sebanyak sembilan (9) orang pekerja tambang ilegal tersebut, satu orang diantaranya adalah anggota Koperasi Tambang Rakyat Balun KPGD.

Saat dikonfirmasi Media ini dikantor Koperasi Tambang Rakyat Balun melalui salah satu anggota koperasi Sayuti Alwi, Kamis (22/12/2022) kemaren membenarkan adanya salah seorang anggotanya yang dibawa ke Polres Solok Selatan, namun pengurus itu mengatakan, saat ini sedang dilakukan negosiasi dengan pihak polres, ” katanya.

Berselang hanya tiga hari, musibah datang lagi, dikabarkan satu orang pekerja tambang emas illegal Balun

Seperti rilis yang dikirim dari salah seorang awak media  Solok Selatan Pada hari Sabtu Sekira Pukul 11.00 Wib. Telah terjadi kecelakaan kerja teehadap penambang emas tanpa iizin / Illegal mining.

Pemilik lobang :
Nama : Bagui
Umur : 55 Tahun
Suku : Minang
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Jrg.Tararak Paneh.

Korban yang timbun.
Nama : Eko
Umur : 34 Tahun
Suku : Jawa
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Sukabumi Jawa Barat.

Korban : Selamat :
Nama : Anggi
Umur : 32 Tahun
Suku : Jaw barat
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Cimas Kec.Cimas Kab.Sukabumi Provinsi jawa barat

Kronologis kejadian, pada saat korban sedang memasang kayu penjangga tiba-tiba lobang ambruk, dengan kedalaman ± 15 Meter, pada saat itu korban bekerjaan didalam korban sehinga korban tertimbun di dalam lobang sedangkan korban lainya menyelamatkan diri ke luar lobang.

Kapolres Solok Selatan AKBP Arief Mufti Adi Sabara dan Kasat Reskrim AKP Sudirman, saat dikonfitmasi Awak Media belum mau memberikan keterangan dan terkesan bungkam, baik terhadap kasus penangkapan pekerja minggu lalu itu, maupun korban tertimbun dalam lobang baru baru ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.