Padang ,dutametro.com.-Unand Berduka , Gubernur Mahyeldi Lepas Jenazah Prof. Helmi. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melepas jenazah Prof. Helmi, MSc Ketua Dewan Profesor Universitas Andalas pada Senin (27/3) di Masjid Nurul Ilmi Kampus Limau Manis.
Mahyeldi mengungkapkan Allah yang menguasai manusia dan pemilik manusia serta hari akhir, semuanya ada di bawah kuasanya.
Mudah-mudahan perjalanan Prof. Helmi menjadi Ikhtibar bagi kita semua. “Suatu saat hal yang sama juga akan menghampiri kita semua, ketika waktunya sudah datang maka tidak bisa dimajukan dan mundur sedikit pun,” ujarnya.
Ia mengenal Prof. Helmi semenjak menjadi mahasiswa di fakultas Pertanian hingga sekarang, dan sangat sering berinteraksi dalam banyak hal.
Gubernur juga mengungkapkan aktivitas almarhum tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. “Banyak sumbangsih pemikiran dan gagasannya terhadap Sumatera Barat bahkan sejak saya di DPRD, saat menjadi Wali Kota hingga sekarang menjadi Gubernur,” ujarnya.
Disampaikannya, hari ini bulan Ramadhan yang merupakan bulan yang mulia, mudah-mudahan kepergian di bulan Ramadhan ini juga kemuliaan di sisi Allah SWT, menjadi husnul khatimah.
“Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan, sebab keistimewaan orang yang beriman yaitu mereka bersabar ditimpa musibah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur mendoakan mudah-mudahan amalan, dedikasi, kontribusi dan kemudian memberikan maaf serta doa, memberatkan timbangan dan ditempatkan di tempat yang terbaik.
Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri berpikir atas nama pimpinan menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian almarhum Prof.
Ia mengenal Almarhum sebagai sosok yang baik, santun, dan akrab kepada siapa saja. “Ada banyak kenangan bersama Prof Helmi, baik dalam konteks kelembagaan maupun hubungan pribadi, semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya dan membalas jasa-jasanya selama hidup,” sambungnya.
Rektor juga mengajak seluruh civitas akademika dan masyarakat untuk mendoakan almarhum dan meminta maaf apabila ada kesalahan dan khilaf yang telah dilakukan semasa hidupnya.(*)