Solsel, dutametro.com — PT Supreme Energi Muara Laboh Gelar Public Consultation Sosialisasi pengembangan proyek PLTP Muara Laboh unit 2, kegiatan ini berlangsung di Gedung GOR Gelora Energy Pekonina, Selasa (18/2/2025)
Hadir dalam acara unsur unsur terkait, pemangku kepentingan, Tokoh Adat, unsur unsur masyarakat dan Wali Nagari tiga kecamatan ditambah Nagari Lubuk Gadang Tenggara, sejumlah LSM Nasional dan Lokal.
Selain itu pihak Pemkab turut dihadiri oleh Kabid Energy Provinsi Sumatera Barat, Ass 3 Solok Selatan Irwanesa, OPD terkait, Camat serta Komite Nagari.
Ketua Komite SEML Apriadi Yusri dalam hantaran katanya menyampaikan. Komite nagari dalam kegiatan ini mendukung dan mensuport kegiatan yang digelar oleh PT SEML ini.
Hal ini demi kemajuan dan kelancaran pekerjaan di perusahaan yang kita dambakan ini, tugas dari pada Komite mempertanyakan siapa siapa sub cont dan pekerja di tahap 2 ini, sehingga kami dari Komite lebih leluasa berikan pengawasan dan menjawab pertanyaan masyarakat.
Kami dari Komite sangat terbuka dan selalu berkoordinasi dengan pihak perusahaan bersama masyarakat.
Senior Maneger Business Relation Dan General Affairs PT SEML Ismoyo Argo dalam pemaparannya menyampaikan. Terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan masyarakat yang telah berikan dukungan kepada perusahaan kami, kami berada di sini sejak tahun 2008 Alhmdulillah dalam kondisi aman dan nyaman.
Masyarakat Kabupaten Solok Selatan yang semangat dan efektif kolaborasi yang efektif itu menjadi Sinergi tanpa adanya kolaborasi kami tentu saja tidak bisa membangun tidak bisa menghasilkan pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Jadi kata kuncinya adalah kolaborasi dan itu juga yang nanti kami katakan dan kita tingkatkan lagi untuk pembangunan PLTP tahap dua nanti sampaikan akan ada para ahli yang akan menyampaikan informasinya.
tapi saya ingin menyampaikan sedikit tahap dua ini kurang lebih tepatnya sama 80 megawat dan pembangunannya Insyaallah akan memakan waktu 30 bulan semenjak notif atau persetujuan dimulainya pekerjaan ini.
Kontraktor yang akan melakukan semua proses pekerjaan dalam hal ini adalah perusahaan IKPP supaya gampang melaksanakan pekerjaan mari kolaborasi dengan IKPP.
Insya Allah pekerjaan ini selama 30 bulan akan rampung nanti di tahun 2027 nah pembangunannya ini tentu nanti pihak IKPP itu tidak bisa sendiri nanti akan membutuhkan dukungan baik itu tenaga kerja lokal, maupun kontraktor lokal yang bisa mendukung pekerjaan tentu saja dengan persyaratan-persyaratan yang ada.
“Kuncinya adalah kolaborasi dan mudah-mudahan proyek ini nanti bisa berjalan dengan lancar terus tidak ada hambatan dan target produksi kita tapi bisa tercapai di tahun 2027 untuk PLTP unit 2 ini,” harap Ismoyo.
Dalam setiap pembangunan dalam setiap kegiatan tentu saja ada dampak kami tidak bisa pungkiri itu dampak itu selalu ada, Saya contohkan Bapak Ibu bangun sebuah rumah mesti ada dampak juga ke tetangga bapak ibu, begitu juga perusahaan, tentu juga akan ada dampak begitu juga dengan kami.
Namun kami Insyaallah sudah melakukan mitigasi atau pencegahan-pencegahan agar dampak-dampak tersebut bisa ditanggulangi, di samping dampak tentu ada manfaat nya seperti yang sudah kita pernah sampaikan.
Untuk unit satu saja kami informasi dari BKD Solok Selatan, kami sudah menyumbang sekitar 29 sampai 30 miliar per tahun atau 40% dari penghasilan asli daerah (PAD) kabupaten Solok Selatan dan penyumbang terbesar ke Pemda Solok Selatan, belum lagi manfaat langsung untuk pelajar.
Dengan keberadaan kami yang pertama tenaga kerja memang kami tidak bisa menyerap semua dan kebutuhan tenaga kerja atau pelamar yang ada, tapi paling tidak sudah membuka kesempatan kerja itu rata-rata sekitar 80% pekerjaan, pekerja kami di sini ada dari lokal begitu juga kontraktor lokal.
Bupati Solok Selatan diwakili Ass 3 Solok Selatan Irwanesa dalam arahanya menyampaikan, kita merasakan bahwa dengan dilaksanakan pekerjaan tahap kedua PLTP Muara Laboh ini, otomatis kita akan mengalami pertumbuhan ekonomi.
“kita bersukur karena ada pembangunan tahap kedua, banyak yang menerima manfaatnya nanti,” ungkapnya.
secara kasat mata kedepan kita akan ramai didatangi oleh pekerja pekerja dan inilah yang menimbulkan manfaat peningkatan ekonomi masyarakat.
kita patut bersyukur dan bangga Masyarakat Solok Selatan telah memiliki sebuah perusahaan besar Go internasional dan kita harus memahami sebuah aturan perusahaan.
Pemerintah daerah pasti beruntung, buktinya perusahaan SEML sudah berkonstribusi sebanyak 40 persen, jumlah yang luar baiasa, kita bangun partisipasi masyarakat memberikan dukungan dan masukan, kita harus menganut transparansi. dan jangan sampai kita menafsirkan sebuah perusahaan itu merugikan daerah.
“APBD kita saja hanya bernilai Rarusan Milyar kurang dari 1 Triliun, nah sekarang dengan adanya perusahaan panas bumi membawa dana senilai 1,5 Triliun, apa kita tidak bangga,” ucap Irwanesa.
Pihak pihak manajemen di PT Supreme itu juga merupakan orang-orang awak (Minang) tentu niat tulus mereka untuk membangun sebuah daerah sudah jelas, contohnya di tahap pertama sudah kita rasakan, makanya tahap kedua ini harus juga kita dukung penuh. (Med)