Daya Beli Rendah, Padang Panjang Alami Deflasi

oleh -99 Dilihat

Memasuki minggu pertama Maret 2022, Kota Padang Panjang mengalami mengalami deflasi atau kurangnya jumlah uang yang beredar disebabkan rendahnya daya beli masyarakat.

Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam, Putra Dewangga, S.S, M.Si kepada Kominfo, Sabtu (5/3) menyampaikan, ini berdasarkan hasil pemantauan terhadap harga rata-rata 44 komoditas pangan strategis di Pasar Pusat Padang Panjang pada minggu pertama Maret yang dilakukan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM) bersama Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Padang Panjang.

Komoditi yang naik di antaranya, tepung cakra naik dari Rp 12.500/kg menjadi Rp 13.000/kg. Telur ayam ras naik dari Rp 1.400/butir menjadi Rp 1.450/butir. Cabai hijau naik dari Rp 32.500/kg menjadi Rp 37.500/kg. Cabai rawit naik dari Rp 30.500/kg menjadi Rp 34.250/kg. Cabai merah naik dari Rp 47.500/kg menjadi Rp 60.000/kg. Bawang merah naik dari Rp 34.250/kg menjadi Rp 34.500/kg. Susu kental manis (Bendera) naik dari Rp 11.500/kaleng menjadi Rp 12.000/kaleng. Ikan asin teri naik dari Rp 93.750/kg menjadi Rp 97.000/kg. Terong naik Rp 7.000/kg menjadi Rp 8.000/kg.

Untuk komoditi yang turun harga di antaranya minyak goreng tanpa merek, turun dari Rp 15.750/kg menjadi Rp 15.500/kg. Minyak goreng bermerek turun dari Rp 22.000/liter menjadi Rp 16.500/liter. Daging ayam broiler dari Rp 29.500/kg menjadi Rp 29.125/kg. Kacang hijau turun dari Rp 26.000/kg menjadi Rp 25.000/kg. Buncis turun dari Rp 9.000/kg menjadi Rp 8.000/kg. Wortel turun dari Rp 14.000/kg menjadi Rp 13.000.

Dari gambaran harga tersebut, tambah Putra, terlihat secara umum banyak terjadi kenaikan harga komoditas. Terdapat 10 komoditas yang mengalami kenaikan harga dan enam komoditas yang mengalami penurunan harga.

“Pergerakan turun pada beberapa komoditas, dapat terjadi karena pasokan komoditas di pasar yang melebihi permintaan sehingga komoditas mengalami penurunan harga. Dan sebaliknya, pada komoditas yang mengalami kenaikan harga disebabkan berkurangnya pasokan stok komoditas di pasaran,” jelasnya. (cigus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.