Kamis, Mei 30, 2024

Bupati Pessel Pastikan Pelaksanaan Proses Lelang dan PL Berjalan Sesuai Dengan Aturan Yang Ada

Must read

Pesisir Selatan, dutametro.com – Bupati Pessel Pastikan Pelaksanaan Proses Lelang dan PL Berjalan Sesuai Dengan Aturan Yang Ada.Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar memastikan pelaksanaan proses lelang (tender) maupun pengadaan langsung (PL) baik itu yang bersumber melalui APBD dan APBN berjalan sesuai dengan norma dan aturan yang ada.

“Artinya tidak ada kegiatan itu yang tidak terlaksana sepanjang sesuai dengan aturan dan norma pengadaan di Kabupaten Pesisir Selatan,” ujar Bupati Rusma Yul Anwar saat dihubungi, Kamis (7/12/2023)

Rusma menyampaikan LPSE adalah unit layanan penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang jasa pemerintah dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis internet, yang diatur dalam Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 yang merupakan perubahan aturan Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010.

“Nah, jadi LPSE ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan persaingan sehat antar pelaku usaha, dan juga memperbaiki proses monitoring dan audit,” kata dia.

“Kemudian juga memenuhi kebutuhan informasi yang nyata dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah,” bebernya.

Disamping itu, lanjut Bupati menambahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) adalah unit pemerintah yang berfungi melaksanakan pengadaan barang jasa yang bersifat permanen (tetap) dapat berdiri atau melekat pada unit yang sudah ada.

“Untuk itu seluruh pegawai atau staf pengelola ULP harus menguasai aturan pelaksanaan pengadaan barang jasa dan memiliki sertifikasi keahlian pengadaan barang jasa yang terdiri dari kelompok – kelompok kerja (Pokja),” pinta Rusma Yul Anwar.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Damel Van Wanda, ST, MM, MT mengatakan bahwa pelaksanaan Lelang (tender) maupun Pengadaan Langsung (PL) di daerah setempat berjalan dengan baik tahun ini.

“Artinya tidak ada yang diluar kolidor. Dan semua itu berjalan sesuai dengan aturan,” kata Damel Van Wanda.

Damel merinci untuk kegiatan tender nilai pagu dana mencapai Rp180.549.468.286 dari 115 paket yang telah selesai pada tanggal 4 Desember 2023.

Sedangkan untuk kegiatan Pengadaan Langsung (PL) nilai pagu dana mencapai Rp72.894.528.853 dari 584 paket pengadaan langsung.

“Tender ini dituntaskan pada 4 Desember 2023 itu berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan,” kata dia.

Ia menjelaskan dari 115 paket kegiatan yang melalui proses tender itu tersebar di semua perangkat daerah pada pemerintah kabupaten.

“Dengan telah tuntasnya Tender seluruh Paket Pengadaan dengan nilai kontrak mencapai Rp172.580.389.671 itu, maka harapan masyarakat terhadap pembangunan di pessel telah diakomodir dan anggaran telah tercapai,” jelasnya.

“Diharapkan pelaksanaan kegiatannya juga tuntas menjelang akhir Desember 2023 ini,” harapnya.

Dirinya pun optimis bahwa semua kegiatan yang telah selesai di tenderkan dapat tuntas menjelang akhir tahun ini

“Kita optimis pekerjaan yang telah ditenderkan selesai menjelang akhir tahun ini,” kata dia.

Damel menyebutkan, sebab proyek yang bersifat fisik, kegiatan pelelangan atau tender nya sebagian besar dilakukan minimal enam bulan menjelang akhir tahun, kecuali yang sifatnya pengadaan barang, serta yang masuk pada APBD Perubahan.

“Untuk itu kami mengingatkan agar penyediaan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu pelaksanaan kontrak,” ingatnya.

Damel menambahkan untuk tahun 2024 nanti dengan disahkannya APBD Pessel tahun 2024, ia mengingatkan semua perangkat daerah agar di awal tahun nanti segera mempercepat proses pengadaan barang dan jasa serta mengajukan persyaratan lelang/tender ke unit kerja pengadaan barang dan jasa (UKPBJ).

“Harapan ini saya sampaikan agar semua kegiatan yang ditender yang sudah dialokasikan pada APBD 2024 itu bisa dimulai dari awal tahun anggaran,” tutupnya.(***)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article