Iklan

Dari Jalan Sempit, TMMD Hadirkan Akses dan Harapan Baru

PURBALINGGA — Pagi itu, jalan tanah di Dusun Batur, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara belum sepenuhnya kering. Jejak roda dan pijakan kaki, terlihat bercampur di sepanjang jalur yang membelah perbukitan desa. Di sisi kanan dan kiri tumpukan batu tersusun, sebagian sudah mulai tertera rapi menjadi badan jalan. Suara cangkul, gesekan sekop dan percakapan ringan warga berpadu dengan komando singkat dari anggota Satgas TMMD.

Di tempat itulah, perubahan sedang disiapkan, perlahan namun pasti melalui program yang hadir dari TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga.

Dahulu, jalan tersebut tak ubahnya hanya sebuah jalur sempit, dan hanya cukup dilalui oleh satu kendaraan. Ketika musim hujan datang, tanah menjadi licin, dan perjalanan berubah menjadi tantangan. Warga harus bergantian jika berpapasan, bahkan tak jarang memilih menunda perjalanan.

Kini, jalan itu mulai terlihat melebar.

Di tengah aktivitas tersebut, Peltu Rudi salah satu anggota Satgas TMMD terlihat mengamati pekerja yang tengah berlangsung. Sesekali, ia juga ikut membantu sekaligus memberikan arahan. Baginya, jalan itu bukan sekedar proyek, tetapi bagian dari upaya untuk menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

“Jalan ini dulu sulit sekali dilalui, apalagi kalau hujan. Sekarang, melalui TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga, kami bersama warga tengah mengupayakan agar jalan ini bisa lebih lebar dan aman dilalui,” jelasnya sambil menatap jalur yang tengah dibenahi, Jumat (1/5/2026).

Di sepanjang jalan, warga tampak bekerja tanpa sekat. Ada yang membantu mengangkat batu, meratakan tanah, hingga menyusun material di sisi jalan. Tidak terlihat ada jarak antara TNI dan masyarakat. Semua melebur menjadi satu tujuan, yakni membuka akses yang lebih baik.

Meski perubahan itu belum sepenuhnya tuntas, namun bentuknya sudah mulai terlihat. Jalan yang dahulu sempit, kini perlahan memberi ruang. Ruang bagi kendaraan untuk melintas lebih leluasa dan ruang bagi aktivitas warga untuk bergerak lebih cepat.

“Kami berharap, kedepannya jalan ini bisa membawa kemudahan jangka panjang bagi para warga untuk akses yang lebih mudah, dan aktivitas yang lebih lancar,” tambahnya.

Di Dusun Batur, jalan itu bukan sekedar penghubung antar tempat. Ia adalah penghubung kehidupan, antara rumah dan ladang, antara warga dan harapan, serta antara hari ini dan esok di masa depan.

Dan, di atas tanah yang masih basah itu, setiap ayunan cangkul dan susunan batu pun menjadi saksi bahwa perubahan tidak selalu datang dengan cepat. Ia dibangun, sedikit demi sedikit, oleh tangan-tangan yang percaya bahwa jalan yang lebih baik akan membawa kehidupan yang lebih baik pula. (faiza)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News