Kabupaten Semarang – Suasana penuh semangat dan disiplin mewarnai pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Di sela-sela rangkaian kegiatan, Danramil 03/Tengaran, Kapten Cba Sugiyanto, memberikan arahan kepada para anggota Paskibraka putri yang akan menuju dapur lapangan TMMD untuk turut membantu berbagai aktivitas pendukung.
Dengan penuh ketegasan namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, Kapten Cba Sugiyanto mengarahkan para Paskibraka agar melaksanakan setiap tugas dengan disiplin, menjaga kekompakan, serta menjunjung tinggi sikap tanggung jawab. Arahan tersebut menjadi bekal penting agar para generasi muda dapat memahami bahwa setiap bentuk pengabdian, sekecil apa pun, memiliki peran besar dalam menyukseskan kegiatan TMMD. Sabtu ( 1/8/2026 )
Setelah menerima pengarahan, para Paskibraka putri bergerak menuju dapur lapangan dengan tertib. Kehadiran mereka menjadi tambahan semangat bagi personel Satgas dan warga yang bertugas menyiapkan konsumsi. Dapur lapangan merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung kelancaran seluruh kegiatan TMMD, karena dari tempat inilah kebutuhan konsumsi bagi personel dan para relawan dipersiapkan setiap harinya.
Melalui keterlibatan para Paskibraka, TMMD tidak hanya menjadi ajang pembangunan infrastruktur, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda. Nilai-nilai disiplin, kerja sama, kepedulian, dan semangat gotong royong ditanamkan secara langsung melalui pengalaman di lapangan, sehingga mereka dapat merasakan makna pengabdian kepada masyarakat.
Kapten Cba Sugiyanto berharap keterlibatan para Paskibraka dapat menjadi pengalaman berharga yang membentuk jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Sinergi antara TNI, generasi muda, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan keberhasilan program TMMD sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui kegiatan ini, TMMD Reguler ke-129 kembali menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pekerjaan fisik, tetapi juga oleh partisipasi seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan yang terjalin di dapur lapangan menjadi bukti bahwa setiap peran memiliki arti penting dalam mendukung pengabdian demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.
(Faiza)


























