Kamis, Mei 30, 2024

Sabriansyah Tewas Ditembak di Kebun Karet, Diduga Libatkan Petinggi PT. JGA

Must read

Jakarta, Dutametro.com – Seorang lansia bernama Sabriansyah (60) ditemukan tewas di kebun karet Desa Mengkauk, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Andi Rian Djajadi memerintahkan Polres Banjar agar mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut.

Menurut keterangan Andi, “Kami yakin pelaku tidak satu orang saja, karena dugaan kami masih ada dua pelaku lagi, dan sekarang masih dalam pencarian. Saya harap supaya bisa menyerahkan diri,” katanya, Sabtu (1/4/2023).

Kemudian Andi menjelaskan, kejadian pembunuhan terjadi pada, Rabu,(29/3). Menurut dia, salah seorang pembunuh bernama Aya berhasil diburu dan dibawa ke Polres Banjar.

Berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan, pelaku mengaku diperintah oleh seorang petinggi PT JGA. Andi memastikan, akan mengkonfirmasi hal tersebut.

Kemudian disebutkan oleh jenderal bintang dua ini, “Kami akan panggil dari pihak PT JGA untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Andi mengungkap, mengenai motif pelaku, diduga lantaran korban menutup jalan hauling sebab merasa berhak atas lahan yang digunakan sebagai jalan tambang tersebut.

“Pelaku diduga diminta pimpinannya agar membuka portal itu dengan cara apapun,” imbuh Andi.

Tewas Luka Tembak

Kemudian Andi membenarkan, pada korban ada luka tembak di bagian kepala dan saat ini pelurunya sedang diuji balistik.

“Setiap tindakan kriminal harus diusut hingga tuntas, supaya memenuhi rasa keadilan di masyarakat,” Andi menutup.

Kronologis Kejadian.

Berdasarkan kronologis pada Rabu 29 Maret 2023 pukul 12.15 WITA, di Jalan Hauling Batubara RT.03 Desa Mengkauk Kecamata Pengaron Kabupaten Banjar ditemukan korban  tewas bernama Sabriansyah yang mendapatkan surat kuasa dari pemilik tanah atas nama Muhammad Bin Saad, untuk menjaga lokasi tanah.

Sementara saat lokasi tanah itu sendiri masih dalam proses gugatan di Pengadilan Negeri Martapura. Kemudian korban didatangi oleh pelaku 15 – 20 orang dengan menggunakan 5 unit mobil dan langsung mengejar korban kearah belakang rumah (kebun karet).

Selanjutnya para pelaku melakukan pengejaran terhadap korban, salah satunya lalu menembakan senjata api kurang lebih 5 kali, setelah itu korban ditemukan terdapat luka gorok pada leher dan luka tebas pada bagian kepala. Atas kejadian tersebut korban yang sudah tewas dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

Kesaksian Anak Korban

Sementara itu, menurut keterangan anak korban, Mahyuni (40), Sabriansyah tewas setelah dikeroyok oleh puluhan orang menggunakan senjata di lokasi kejadian. Kronologi peristiwa itu menurut Mahyuni karena masalah lama dengan perusahaan batubara di wilayah tersebut terkait lahan.

Pada saat itu korban diketahui mempunyai SHM lahan tersebut sejak tahun 2001 dan tidak pernah mendapatkan kompensasi ganti rugi apapun dari perusahaan itu. Sehingga keluarga korban pun sudah beberapa kali berupaya meminta hak korban kepada perusahaan tapi selalu mendapatkan respon tak menyenangkan.

Kemudian disebut Mahyuni, “Hari ini tadi puncaknya, hari ini adalah yang kesekian kalinya kami ketemu sama mereka yang preman itu. Mereka datang dengan 5 buah mobil dan ada sekitar 30 orang,” ujarnya.

Mahyuni menyebut, mereka datang sekitar pukul 11.00 WITA, lalu turun salah satu orang dan mencarinya.

Mahyuni mengatakan, “Kita ini keluarga mari kita bicarakan baik-baik, bagaimana kalau pemblokiran atau penguasaan fisik ini dibuka saja,” katanya menirukan perkataan orang itu.(H.A)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article