Iklan
Iklan

RTLH TMMD Hadirkan Senyum di Desa Krangean

PURBALINGGA- Pagi itu, sinar matahari perlahan menyusup di sela-sela dinding bambu yang kini mulai berdiri kokoh di salah satu sudut Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga.Tak lama lagi, rumah sederhana milik Slamet akan benar-benar berubah dari yang dulu rapuh dan nyaris roboh, menjadi hunian layak yang memberi rasa aman bagi keluarganya.

Perubahan itu bukan datang begitu saja. Ia adalah salah satu penerima manfaat dari program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menjadi sasaran tambahan dalam kegiatan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga.

Sebanyak 10 rumah warga di desa tersebut menjadi titik sasaran, menyasar masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Di lokasi, tampak anggota Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan. Suara palu, gesekan gergaji, hingga tawa ringan di sela kerja menjadi irama khas gotong royong yang terasa hangat.

Babinsa Koramil 12/Karanganyar Kodim 0702/Purbalingga untuk Desa Krangean, Serma Jarwono, menegaskan bahwa program RTLH ini menjadi salah satu fokus penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, Sabtu (2/5/2026).

“Pada sasaran tambahan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga terdapat 10 titik RTLH yang dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya terus kita kebut agar selesai sesuai target,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan tanpa mengurangi kualitas, karena rumah yang dibangun diharapkan bisa digunakan dalam jangka panjang dan benar-benar memberikan kenyamanan bagi penghuninya.

Bagi Slamet, salah satu penerima manfaat RTLH, bantuan ini terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan kondisi rumahnya sebelumnya yang jauh dari kata layak.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat bantuan ini. Dulu rumah saya kalau hujan bocor di mana-mana, sekarang sudah mulai bagus. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan semua yang membantu,” tuturnya dengan penuh haru.

Program RTLH dalam TMMD ini bukan sekadar pembangunan fisik. Lebih dari itu, ia menjadi simbol hadirnya negara melalui TNI di tengah masyarakat, membawa solusi nyata atas persoalan mendasar, yakni kebutuhan akan tempat tinggal yang layak.

Di Desa Krangean, 10 rumah yang kini tengah dibangun bukan hanya berdiri sebagai bangunan baru. Ia juga menjadi penanda lahirnya harapan baru tentang kehidupan yang lebih baik, tentang keluarga yang lebih sejahtera, dan tentang kuatnya kebersamaan antara TNI dan rakyat.

Seiring progres yang terus dikebut, satu per satu rumah mulai menampakkan bentuknya. Dan di balik setiap dinding yang terpasang, tersimpan cerita perjuangan, gotong royong, dan harapan yang kini perlahan menjadi nyata.(faiza)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News