Jumat, Maret 1, 2024

Diduga Belum Kantongi Izin,Tambang Galian C di Desa Genjeng Nekat Beroperasi

Must read

Nganjuk ,dutametro.com.-Diduga Belum Kantongi Izin,Tambang Galian C di Desa Genjeng Nekat Beroperasi. Maraknya aktivitas pertambangan galian C di wilayah hukum Kabupaten Nganjuk khususnya yang berada di Desa Genjeng Kecamatan Loceret patut dipertanyakan soal perijinannya.dari Informasi yang dihimpun media ini, ada beberapa titik pertambangan galian C di wilayah tersebut yang telah beroperasi meski belum dilengkapi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Dinas terkait.

“Ya disana ada beberapa lokasi tambang yang belum berizin namun sudah beraktivitas, bahkan sudah beroperasi dari hari senin yang lalu,”ungkap narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Salah satunya, tambang galian C milik PT. sudah beraktivitas selama seminggu yang menggunakan dua alat berat ini diduga kuat meresahkan warga setempat.
Pasalnya, lokasi galian C tersebut berada persis di belakang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Loceret dikhawatirkan bisa mengganggu proses belajar mengajar siswa.

“Ketika media ini melakukan penelusuran langsung di lokasi tambang tampak dua alat berat (ekskavator) beroperasi dan beberapa dump truk berjejer antri untuk mengisi material.
ketika tim media ini terjun langsung ke lokasi tambang salah satu penunggu di lokasi tambang mengatakan, aktivitas pertambangan yang dilakukan pihaknya baru berjalan satu hari bukan seminggu. “Woalah Mas, baru sehari ini bekerja,” katanya. 03-February-24
Ditanya mengenai perizinannya, dia membenarkan memang belum ada izinnya. “Kalau terkait ijin kita belum punya Mas, ini masih proses. Nanti tanya saja langsung dengan pemilik saja nggih, tapi orangnya masih di Surabaya,” jelasnya singkat.

Sekedar diketahui, pertambangan galian C yang belum dilengkapi Izin resmi dari pihak berwenang bisa dikatakan ilegal yang berpotensi merugikan negara maupun daerah karena tidak memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, dampak dari pertambangan galian C sangat luar biasa bagi lingkungan yang dapat merugikan masyarakat setempat. Aktivitas masyarakat terganggu, jalan-jalan desa bisa rusak akibat lalu lintas armada pengangkut material galian yang melebihi tonase.(Ndi)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article