PADANG,dutametro.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Generasi Z sebagai motor penggerak utama implementasi Program Unggulan Nagari Kreatif Hub. Langkah strategis ini diawali dengan pembekalan dan bedah program terhadap 56 ASN Generasi Z yang secara khusus diproyeksikan menjadi calon Tim Kerja inti Nagari Kreatif Hub.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumbar, Medi Iswandi menegaskan forum tersebut bukan sekadar kegiatan sosialisasi, melainkan bagian dari desain serius pemerintah daerah dalam membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) untuk percepatan implementasi program unggulan sejak tahap awal.
“Para ASN Generasi Z yang hadir hari ini tidak kita posisikan sebagai peserta biasa, tetapi sebagai calon penggerak perubahan. Program Nagari Kreatif Hub membutuhkan cara pandang baru, keberanian berinovasi, serta kemampuan bekerja lintas sektor dan lintas disiplin,” ujar Medi Iswandi di Aula Kantor Gubernur, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang untuk membedah secara menyeluruh peta jalan Nagari Kreatif Hub, mulai dari konsep dasar, tahapan teknis pelaksanaan, hingga mekanisme evaluasi. Melalui proses ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif bahwa masa depan pembangunan nagari tidak bisa lagi dijalankan dengan pola lama, tetapi membutuhkan pendekatan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis inovasi.
“Pertemuan ini sekaligus menjadi gerbang awal proses seleksi pembentukan Tim Kerja inti Nagari Kreatif Hub. Kita ingin memastikan bahwa program unggulan ini dijalankan oleh SDM terbaik, yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan pemahaman kultural terhadap nagari,” tambahnya.
Usai pembekalan awal, 56 ASN Generasi Z tersebut akan memasuki tahapan lanjutan, mereka diminta menggali informasi sebanyak mungkin serta merumuskan ide-ide baru yang relevan dengan pengembangan nagari. Proses seleksi berikutnya akan dilakukan melalui metode Leaderless Group Discussion (LGD) untuk menggali cara berpikir, perspektif, kualitas argumentasi, kemampuan analitis, komunikasi, kolaborasi, serta kepemimpinan alami para peserta.
Dari rangkaian tahapan tersebut, akan disaring individu-individu yang paling adaptif, kompeten, dan memiliki komitmen tinggi untuk bergabung dalam Tim Kerja Program Unggulan Nagari Kreatif Hub. Seluruh proses seleksi dirancang secara komprehensif agar melahirkan tim yang tangguh, baik secara profesional maupun sosial-kultural.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kadis PMD) Provinsi Sumbar, Yozawardi menyampaikan pelibatan ASN Generasi Z sejalan dengan arah kebijakan Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy dalam mendorong transformasi pembangunan nagari berbasis digital dan inovasi.
“Generasi Z tumbuh bersama teknologi, terbiasa dengan perubahan cepat, dan memiliki kepekaan tinggi terhadap dinamika sosial-ekonomi. Digitalisasi yang menjadi roh Nagari Kreatif Hub akan lebih optimal ketika dijalankan oleh generasi yang menjadikan teknologi sebagai cara berpikir dan bertindak,” jelas Yozawardi.
Ia menambahkan, ASN muda yang terpilih nantinya diharapkan mampu mengolah potensi lokal menjadi nilai tambah, mentransformasikan kreativitas menjadi peluang ekonomi, serta menjadikan kolaborasi sebagai kekuatan utama pembangunan nagari. Mereka akan menjadi garda depan transformasi birokrasi yang bekerja cepat, berpikir strategis, dan berorientasi pada hasil yang terukur.
Sebagai langkah awal implementasi, pada tahun 2025 Program Nagari Kreatif Hub telah menetapkan tiga lokasi percontohan, yakni Desa Sikalang di Kota Sawahlunto, Nagari Pangian di Kabupaten Tanah Datar, serta Nagari Toboh Gadang Barat di Kabupaten Padang Pariaman. Ketiga nagari tersebut saat ini menjadi laboratorium pembelajaran melalui praktik langsung di lapangan.
Target pengembangan tahun 2026 disusun secara progresif. Pada Semester I 2026, ditargetkan terbentuk 10 nagari tambahan, dan hingga akhir tahun 2026 sedikitnya 30 Nagari Kreatif Hub baru diharapkan telah terbentuk dan berjalan optimal di berbagai wilayah Sumatera Barat.
Melalui program ini, ASN Generasi Z Provinsi Sumbar tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi dipanggil untuk menjadi pelopor perubahan. Kreativitas dipadukan dengan kearifan lokal, teknologi bersinergi dengan nilai-nilai nagari, dan arah masa depan pembangunan dirancang dari akar rumput dan digerakkan oleh anak muda, untuk kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi dan pembekalan tersebut, juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama dilingkup Pemprov Sumbar, di antaranya Ahmad Zakri (Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra), Adib Alfikri (Asisten Ekonomi dan Pembangunan). Kehadiran para pimpinan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap peran strategis ASN Generasi Z sebagai lokomotif transformasi pembangunan nagari di Sumbar.(adpsb/bud)



