Kamis, Mei 30, 2024

Gegara Sakit Hati, Istri di Bombana Suruh Selingkuhan Bunuh Suami

Must read

Bombana, Dutametro.com – Sadis! Lantaran sakit hati, seorang istri petani dan selingkuhannya tega membunuh suaminya bernama Sabir di Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Usai kedua pelaku ditangkap, polisi merilis foto kedua pelaku tersebut.

Sementara dari gambar yang dirilis tersebut tampak keduanya tertunduk lesu usai diamankan polisi. Sedangkan pelaku Raja Ema yang merupakan istri korban mengenakan jilbab besar berwarna cokelat.

Sedangkan pelaku Abd Latif mengenakan kaos hitam dan celana pendek. Bahkan tangan pelaku Latif dalam kondisi terborgol.

Adapun pelaku Latif membunuh korban atas perintah Raja Ema yang merasa sakit hati pada Rabu (14/6) sekitar pukul 02.00 Wita. Dimana saat melakukan aksinya Latif membunuh korban menggunakan kapak dan parang dengan cara menggorok lehernya.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Bombana AKP M. Nur Sultan, menyebutkan “Setelah membunuh, pelaku meletakkan korban di atas kasur kapuk lalu menggulung kasur tersebut yang dimana korban ada di dalamnya,” ujarnya, Sabtu (1/7/2023).

Kemudian Sultan membeberkan Raja Ema menyuruh pelaku Latif untuk membunuh korban sejak awal Juni 2023. Selanjutnya dia mengungkapkan motif Raja Ema menyuruh selingkuhannya itu membunuh korban karena sakit hati kerap disembunyikan uang.

Disebutkan Sultan, “Awal Juni kemarin Raja Ema ini menyuruh Abd Latif melalui WhatsApp untuk membunuh korban,” ujarnya.

Bahkan Sultan mengatakan pelaku Latif sempat menolak usai mendengar permintaan itu. Namun pada Selasa (13/6) pelaku Latif kembali menemui Raja Ema. Raja Ema yang telah dirasuki sakit hati itu kemudian kembali mempertanyakan keberanian pelaku untuk membunuh korban.

Lalu ujar Sultan, “Pelaku datang menemui Raja Ema di rumah orang tuanya, dia sampaikan dia tidak berani (bunuh korban) karena waktu ke TKP dia (korban) terbangun,” ungkapnya.

Selanjutnya Sultan mengungkapkan pelaku pun kembali melakukan upaya pembunuhan atas perintah RE dan berhasil mengeksekusi korban pada Rabu (14/6) sekitar pukul 02.00 Wita.

Kemudian dia mengatakan korban sempat melakukan perlawanan hingga membuat pelaku kembali menganiaya korban menggunakan kapak. Saat melihat korban masih sadarkan diri, pelaku lalu mengambil parang milik korban dan menggorok lehernya.

“Setelah memastikan korban tewas, pelaku lalu menghubungi istri korban,” ujarnya.

Sultan juga mengungkapkan pelaku kembali ke rumah korban pada Kamis (15/6) sekitar pukul 01.30 Wita. Pelaku datang untuk membungkus mayat korban menggunakan kasur.(H.A)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article