Iklan
Iklan

Setelah Mediasi Pekerjaan Jembatan Sungai Taikako Hulu Kembali Dikerjakan

Sikakap,dutametro.com-Setelah Mediasi Pekerjaan Jembatan Sungai Taikako Hulu Kembali Dikerjakan.Pekerjaan jembatan di sungai Taikako hulu, Dusun Taikako Hulu Timur, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai sempat terhenti 1 minggu, hal ini terjadi karena kesalah pahaman antara warga Dusun Taikako Hulu Timur dengan Warga Dusun Taikako Hulu Barat masalah penggantian tenaga kerja lokal, akibat kesalah pahaman tersebut salah seorang warga Dusun Taikako Hulu Timur berinisial D melakukan pemotongan landasan jembatan sementara dengan gergaji mesin Senin (27/11),

Melihat hal tersebut CV Swamimi kontraktor yang mengerjakan jembatan besi di sungai Taikako hulu menghentikan sementara pekerjaan, setelah mediasi diadakan di kantor Desa Taikako, Selasa (5/11) yang dihadiri Kepala Dusun Taikako Hulu Timur Maliksa, Kepala Dusun Taikako Hulu Barat Ingin Dinda, Kepala Desa Taikako Viktor Saleleubaja, Camat Sikakap Victor, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan Taikako Hulu Ridho Hutasoit, Pelaksana kegiatan CV Swamimi Riski, Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) Inspektur Mentawai, dan Anggota Polres Mentawai, maka disepakati pekerjaan jembatan girder baja di sungai Taikako hulu dilanjutkan.

kedua kepala Dusun membuat surat peryataan kepala Dusun Taikako Hulu Timur dan Kepala Dusun Taikako Hulu Barat.

Isi surat pernyataan sebagai berikut. Pertama akan berkomitmen mengawal pelaksanaan pembangunan jembatan Taikako Hulu.

kedua akan mengatur proses dan mekanisme penyediaan tenaga lokal dan penyediaan material lokal sebagaimana telah disepakati bersama dengan penyedia atau kontraktor.

ketiga akan bertanggung jawab untuk melakukan penertiban dan mengendalikan masyarakat agar tercipta situasi yang kondusif sehingga tidak menganggu keberlanjutan pelaksanaan pembangunan jembatan Taikako Hulu.

keempat bersedia menerima sanksi apa bila gagal melakukan upaya-upaya penertiban masyarakat pada permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan jembatan Taikako Hulu.

Kepala Desa Taikako, Viktor Saleleubaja, mengatakan, Saya sebagai kepala Desa Taikako sangat menyesalkan sekali terjadi pemotongan jembatan sementara yang dilakukan oleh D warga Dusun Taikako Hulu Timur, melihat hal ini saya menilai kepala Dusun Taikako hulu tidak bisa mengontrol masyarakatnya, sehingga terjadi masalah ini, hal ini disebabkan karena kepala dusun kurang memberitahu kepada nya , sehingga terjadi miskomunikasi antara masyarakat nya, seperti disampaikan di rapat ini, kenapa kepala dusun tidak menyampaikan kejadian ini kepada saya sebagai kepala desa, Informasi pemotongan jembatan sementara saya terima dari Dinas PU dan Penataan Ruang Mentawai, sesuai hasil mediasi maka di sepakati bersama pekerjaan jembatan besi di sungai Taikako hulu dilanjutkan, setelah terhenti 1 Minggu.

Kepala Dusun sebagai perpanjangan tangan pemerintah desa di Dusunnya jangan menjadi provokator, terus terang saya tidak ada kepentingan di setiap pembangunan yang ada di desa Taikako, sesuai pengalaman saya, pembangunan yang dilaksanakan di Taikako tidak pernah bertahan karena saya di tuding bermain di setiap pembangunan yang dilaksanakan di Taikako, padahal itu tidak benar, kalau tidak percaya silahkan tanya ke kontraktor.

Kita harus paham setiap kegiatan yang dilaksanakan pemerintah itu untuk kesejahteraan masyarakat, lancarnya transportasi ekonomi masyarakat akan meningkat, dengan adanya jembatan di besi di sungai Taikako hulu, masyarakat Taikako hulu tidak sudah lagi menjual hasil perkebunan nya, pembeli hasil perkebunan masyarakat seperti pisang akan datang sendiri, masyarakat tinggal meletakkan pisangnya di tepi jalan, tidak seperti sekarang untuk menjual hasil perkebunan masyarakat terpaksa mendayung sampan ke Desa Sikakap.

Sekali lagi saya tegaskan kepada kepala Dusun kalau ada kegiatan pembangunan di Dusunnya tolong bantu agar pekerjaan berjalan lancar, pekerjaan sesuai dengan bestek nya, kalau ada masalah tolong selesaikan dulu secara musyawarah, kalau tidak selesai laporkan ke saya sebagai kepala dusun, kalau juga tidak selesai mari bersama-sama kita laporkan ke pada pihak kepolisian, Ungkapnya.

Ridho Hutasoit, PPTK Perkejaan Rehabilitasi Jembatan Taikako, Ridho Hutasoit, menuturkan, Pekerjaan Jembatan Taikako Hulu merupakan program unggulan, Proyek strategis Kabupaten Kepulauan Mentawai, dengan dana Rp 1.424.054.000, dikerjakan oleh CV Swamimi, dengan lama pekerjaan 140 hari kalender, pekerjaan berakhir tanggal 20 Desember 2023.

Dengan di gergaji gantung gelagar jembatan sementara itu besar pengaruhnya terhadap pekerjaan jembatan girder baja di sungai Taikako hulu, selain untuk jalan masyarakat, jembatan sementara gunanya untuk posisi mobil crane memancang tiang jembatan, erection gelagar baja kalau dirusak seperti ini berpengaruh terhadap pekerjaan jembatan.

Jembatan sementara terpaksa harus di perbaiki lagi, sementara waktu sangat mepet sekali, permintaan kami kepada kontraktor CV Swamimi agar menambah tenaga kerja dan lakukan lembur malam, supaya pekerjaan jembatan di sungai Taikako hulu selesai, kepada pemerintah Desa Taikako bantu kami untuk menyelesaikan jembatan di sungai Taikako hulu, ini semua demi masyarakat Taikako hulu, harapan kami kejadian seperti ini jangan terulang lagi, mari sama-sama kita awasi pekerjaan ini, Katanya.

Victor, Camat Sikakap, mengatakan, sekarang ini kita tidak lagi mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, yang salah itu kita semua, sesuai pengalaman setiap kegiatan proyek pihak kontraktor jarang memberitahukan kegiatan kepada pemerintah kecamatan setelah ada masalah baru tahu pihak kecamatan, seperti masalah sekarang ini, minta kami kepada kontraktor kalau ada kegiatan di Kecamatan Sikakap tolong beri tahu juga kepada Pemerintah Kecamatan, agar kami tahu dan membantu setiap masalah terjadi di lapangan, tuturnya.

Pelaksana kegiatan CV Swamimi, Riski, menyebutkan, masalah tenaga kerja lokal, dan pengadaan material lokal, semuanya diserahkan kepada kepala Dusun Taikako Hulu Timur dan Kepala Dusun Taikako Hulu Barat, pihak perusahaan tinggal menerima dan membayar material lokal yang di pesan.

Sesuai dengan kesepakatan tenaga kerja tenaga kerja lokal di ambil dari Dusun Taikako Hulu Timur dan Dusun Taikako Hulu Barat, jumlahnya genap, kalau dibutuhkan 10 orang, 5 orang dari Dusun Taikako Hulu Timur dan 5 orang dari Dusun Taikako Hulu Barat, itu berlaku sampai pekerjaan selasai.

Kami dari pihak kontraktor sangat berharap sekali bantuan dari masyarakat dan pemerintah Desa Taikako agar masalah ini tidak terjadi lagi, agar pekerjaan Jembatan Taikako Hulu selesai, sesuai dengan waktunya, Ucapnya. SL

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News