Iklan
Iklan

Waspadai PMK di Musim Pancaroba, Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen Gelar Penyuluhan Peternakan untuk Warga

Kodim 0725/Sragen Komitmen TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik semata, namun juga lewat edukasi yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Hal itulah yang tampak dalam kegiatan penyuluhan peternakan tentang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada program non fisik TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen.

Bertempat di lokasi TMMD, puluhan warga dan para peternak tampak antusias mengikuti penyuluhan yang menghadirkan narasumber dari BPP Kecamatan Karangmalang bidang peternakan, Bapak Budi. Dengan penuh semangat, ia memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya PMK serta langkah-langkah pencegahannya agar wabah tersebut tidak kembali merugikan para peternak.

Di hadapan warga, Bapak Budi menjelaskan bahwa PMK merupakan penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, domba, dan babi.Kamis (7 /05/ 2026)

Meski tidak menular kepada manusia, penyakit tersebut memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi antar hewan ternak dan mampu menimbulkan kerugian ekonomi hingga puluhan juta rupiah.

“Memasuki masa pancaroba sekitar bulan September hingga November, peternak harus lebih waspada. Perubahan cuaca membuat virus lebih mudah berkembang dan menyebar,” jelasnya.

Ia juga menguraikan gejala PMK yang harus segera dikenali peternak, mulai dari demam tinggi, keluarnya air liur berlebihan, luka pada mulut dan sela kuku, hingga kondisi ternak yang lemas dan sulit berdiri.

Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan penuh interaksi. Para peternak tampak aktif mengajukan pertanyaan seputar penanganan awal ternak yang terindikasi PMK, cara menjaga kebersihan kandang, hingga langkah pencegahan agar penularan tidak meluas.

Anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat desa, khususnya para peternak yang menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga.

“TMMD bukan hanya membangun jalan dan infrastruktur, tetapi juga membangun kesadaran serta pengetahuan masyarakat agar lebih siap menghadapi berbagai persoalan di lingkungannya,” ungkap salah satu anggota Satgas.

Melalui kegiatan non fisik ini, Satgas TMMD berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak, sehingga mampu menekan penyebaran PMK serta menjaga produktivitas peternakan warga.

Kehadiran TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen pun kembali membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan nyata hadir di tengah masyarakat melalui karya, kepedulian, dan pengabdian demi terwujudnya desa yang maju, sehat, dan mandiri.(Faiza)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News