Iklan
Iklan

Kualitas Udara Sawahlunto tidak Sehat, Sekolah Kembali Diliburkan

Sawahlunto, dutametro.com – Proses belajar dan mengajar sekolah disemua tingkatan di Sawahlunto kembali harus dilakukan dirumah, menyusul kualitas udara akibat kabut asap yang sudah tidak sehat. Keputusan untuk diliburkan dan harus belajar dirumah sesuai dengan surat Wali kota Sawahlunto no: 100.3.4.3/29/Disdik -1/SWL/2026. Sekolah diliburkan mulai 7 – 8 Oktober 2026.

Surat edaran Wali Kota itu menanggapi pencemaran udara akibat kabut asap yang Indek Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 185 atau kategori tidak sehat. Pengukuran ISPU yang dilakukan oleh Dinas PKP2LH kota Sawahlunto pada 6 Oktober 2026 mengharuskan siswa harus belajar dirumah.

Pemerintah Kota Sawahlunto menetapkan proses belajar dan mengajar di tingkat PAUD,TK/RA, SD/MI,SLB, SMP/MTs,SMA/SMK dan MA dilakukan dirumah selama 2 hari, yakni Rabu – Kamis 7 – 8 Oktober 2026 dan kembali masuk pada 9 Oktober 2026. Akan tetapi edaran ini akan melihat perkembangan dilapangan nantinya, apakah semakin berbahaya atau berkurang.

Untuk itu Pemko mengimbau kepada orang tua dan masyarakat untuk mendampingi anak belajar mandiri dirumah. Mengurangi aktivitas diluar rumah serta memperbanyak konsumsi air putih dan buah -buahan.

Selain itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) akan melakukan pemantauan pelajar yang berkeliaran diluar rumah selama kabut asap.

Salah seorang wali murid Yosi (41) menyambut baik edaran untuk melakukan pembelajaran dirumah. Dia menyebut, kabut asap yang semakin tebal dan terasa menyesakkan tenggorokan itu akan sangat berbahaya jika anak-anak harus ke sekolah.
“Lebih aman rasanya anak-anak dirumah. Dan kalau dapat bersama -sama mengontrol dan melarang anak untuk bermain diluar,” kata dia.(riky)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News