Oven Pengering Ompreng SPPG Meledak di Talang Babungo, Relawan Terluka Saat Bertugas

Talang Babungo – Ledakan mengejutkan terjadi di Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Selasa petang (sekitar pukul 18.30 WIB). Sebuah oven pengering ompreng tiba-tiba meledak saat dioperasikan, melukai seorang relawan yang tengah bertugas.

Korban diketahui bernama Jumadil Ashari (24), warga Jorong Tabek. Mengalami luka bakar ringan di bagian tangan akibat insiden tersebut. Saat kejadian, Jumadil sedang menjalankan piket pengeringan ompreng, pekerjaan rutin yang mendadak berubah menjadi momen mencekam.

Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Talang Babungo untuk mendapatkan perawatan. Setelah menjalani penanganan medis, ia diperbolehkan pulang karena kondisinya dinyatakan stabil.

Ledakan Terjadi Saat Api Dinyalakan Kembali

Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa bermula ketika api tungku pengering tiba-tiba padam. Jumadil kemudian melakukan pengecekan awal. Tidak ditemukan tanda-tanda kebocoran, termasuk tidak adanya bau gas yang mencurigakan.

Namun, saat ia mencoba menyalakan kembali tungku, ledakan justru terjadi secara tiba-tiba.

Dugaan sementara, ledakan dipicu oleh akumulasi gas di dalam tungku yang tidak terdeteksi saat pengecekan awal.

Saksi mata, Yuselmita (45), yang berada di sekitar lokasi, mengaku terkejut dengan suara ledakan yang cukup keras dan sempat membuat warga panik.

Pasca kejadian, aktivitas di SPPG Talang Babungo sempat dihentikan untuk memastikan kondisi aman. Namun, hanya berselang dua jam, sekitar pukul 20.30 WIB, operasional kembali berjalan normal.

Keputusan tersebut diambil setelah adanya instruksi dari Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Solok, Nindi Suryani, yang memastikan situasi telah aman dan terkendali.
Dikelola Sejumlah Pihak

SPPG Talang Babungo merupakan fasilitas yang dikelola oleh beberapa unsur, Ketua: Wododo Yudistira, S.Pd, Yayasan: Legum Jaya Raya, dipimpin anggota DPRD Kabupaten Solok Fraksi Gerindra, Hafni Hafis, A.Md, Mitra: KSU-ED Tabek, dipimpin Yemimbra

Aparat dari Polsek Hiliran Gumanti langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, hingga pengumpulan keterangan dari pihak pengelola.

Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan, meski indikasi awal mengarah pada faktor teknis pada tungku pengering.

Insiden ini menjadi peringatan serius akan pentingnya standar keselamatan dalam operasional peralatan berbasis api dan gas. Pemeriksaan rutin, sistem ventilasi yang memadai, serta prosedur penanganan saat terjadi gangguan teknis menjadi hal yang tak bisa diabaikan.

Ledakan yang hanya menimbulkan luka ringan kali ini bisa saja berujung lebih fatal jika tidak diantisipasi dengan baik.
Kejadian ini menjadi alarm keras: keselamatan kerja bukan pilihan, melainkan keharusan.**(yan)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News