TABEK PALA – Impian bagi banyak keluarga, lolos ke perguruan tinggi terbaik di Indonesia adalah mimpi besar. Namun bagi sebagian anak berprestasi, mimpi itu kerap dibayangi persoalan biaya. Kondisi inilah yang mendorong Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Solok Iskan Nofis membuktikan komitmennya dengan turun langsung membantu dua siswa berprestasi asal Jorong Tabek Pala, Nagari Talang, yang berhasil menembus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI).
Bantuan pendidikan tersebut diserahkan Iskan Nofis pada Rabu (8/7/2026) kepada Nazwa Rusdi, yang diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) Program Studi Teknologi Hayati, serta Restu Rahman, yang lolos di Universitas Indonesia (UI) Program Studi Metalurgi. Keduanya merupakan lulusan SMAN 1 Gunung Talang, Kabupaten Solok.
Bagi masyarakat Jorong Tabek Pala, keberhasilan Nazwa dan Restu bukan sekadar prestasi pribadi. Mereka menjadi kebanggaan kampung karena mampu bersaing secara nasional melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan diterima di dua perguruan tinggi paling bergengsi di Indonesia.
Namun di balik kebahagiaan itu, tersimpan tantangan yang tidak ringan. Memasuki dunia perkuliahan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari kebutuhan hidup, tempat tinggal, hingga perlengkapan kuliah. Melihat kondisi tersebut, Iskan Nofis memilih hadir dengan tindakan nyata.
Bantuan yang diberikan bukan sekadar dukungan materi, tetapi menjadi bukti bahwa janji yang pernah disampaikannya kepada masyarakat saat masa kampanye benar-benar diwujudkan.
“Saya ingin membuktikan bahwa janji kepada masyarakat harus ditepati. Ketika ada anak berprestasi yang berhasil lolos ke kampus impian tetapi memiliki keterbatasan ekonomi, saya merasa berkewajiban hadir memberikan dukungan agar mereka bisa memulai kuliah dengan lebih tenang dan penuh semangat,” ujar Iskan Nofis.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan Kabupaten Solok. Setiap anak yang memiliki kemampuan dan prestasi harus memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita tanpa terhalang keterbatasan ekonomi.
Ia berharap keberhasilan Nazwa dan Restu menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus belajar, bekerja keras, dan berani bermimpi menembus perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
“Saya ingin semakin banyak putra-putri Kabupaten Solok yang diterima di ITB, UI, UGM, maupun kampus terbaik lainnya. Mereka adalah calon pemimpin masa depan daerah. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka tidak berhenti hanya karena persoalan biaya,” katanya.
Iskan juga mengajak pemerintah daerah, para perantau, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun gerakan kepedulian terhadap pendidikan.
Menurutnya, membantu pendidikan bukan sekadar meringankan beban satu keluarga, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu membawa Kabupaten Solok semakin maju.
“Jangan sampai ada anak-anak berprestasi yang gagal melanjutkan kuliah hanya karena terkendala biaya. Mereka adalah aset daerah yang harus kita jaga dan dukung bersama,” tegasnya.
Sementara itu, keluarga Nazwa Rusdi dan Restu Rahman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Iskan Nofis. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat membantu dalam mempersiapkan kebutuhan awal memasuki dunia perkuliahan.
“Bagi kami, bantuan ini bukan hanya bernilai materi. Yang lebih penting adalah perhatian, kepedulian, dan motivasi yang diberikan kepada anak-anak kami agar semakin yakin mengejar cita-citanya,” ungkap keluarga kedua siswa.
Langkah Iskan Nofis ini menjadi pesan bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Di tengah harapan masyarakat akan lahirnya lebih banyak generasi unggul dari Kabupaten Solok, kisah Nazwa Rusdi dan Restu Rahman menjadi inspirasi bahwa prestasi, kerja keras, dan dukungan sosial mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.**yans























