Jumat, April 12, 2024

Viral! Damatema Tewas Dikapak Saat Saling Serang Antar Warga di Nias

Must read

Nias Utara, Dutametro.com – Sebuah video yang menayangkan bentrokan antar warga dengan menggunakan kapak dan tombak yang mengakibatkan satu orang tewas viral di media sosial. Aksi bentrokan tersebut dipicu permasalahan jalan.

Sementara dalam tayangan tersebut awalnya tampak ada sejumlah pria tengah berada di sebuah ladang. Mereka terlihat tengah memotong batang pohon di ladang tersebut.

Terlihat juga para pria itu membawa parang dan juga kapak. Sedangkan kegiatan para warga tersebut tampak direkam oleh rekan mereka.

Namun tak lama, terlihat ada sejumlah pria datang sambil membawa sebuah kayu seperti tombak. Selanjutnya mereka mendekati para pria yang tadi tengah memotong pohon kayu itu.

Saat itu mereka sudah ancang-ancang untuk saling menyerang dengan senjata masing-masing. Selanjutnya perkelahian antara mereka pun terjadi.

Selanjutnya mereka saling menganiaya menggunakan tombak, kapak dan senjata tajam lainnya. Namun tak berselang lama ada juga seorang perempuan yang terlihat berlari ke arah warga yang tengah berkelahi itu.

Terkait video viral itu Kasi Humas Polres Nias Aipda Restu El Gulo membenarkan informasi kejadian itu. Dia menyebut peristiwa itu terjadi di sebuah ladang di Desa Lahemboho, Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara, Sumut, Rabu, 2 Agustus 2023.

Sedangkan dua kubu yang berlawanan itu, yakni pihak Damatema Lase (48) dan Riyati Gulo (44) dengan pihak Otenieli Hia (40), Otoni Hia (47) dan Onekeshi Hia. Sehingga atas kejadian itu, Damatema Lase (48) dinyatakan tewas sedangkan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Restu menyebutkan, “Kejadiannya benar, di Alasa. Satu orang tewas, tiga orang luka-luka” katanya.

Kemudian Restu mengatakan peristiwa itu dipicu karena permasalahan jalan. Pasalnya Damatema sering melarang para pria yang tiba-tiba datang itu untuk melintas di jalan tersebut.

Bahkan Damatema yang dalam video itu ikut memotong kayu tersebut, mengklaim bahwa jalan itu merupakan tanahnya.

Dijelaskan Restu, “Jadi, ini ada dua kubu. Ada jalan setapak di kebun itu yang sering dilalui warga. Korban menyatakan ini miliknya dan melarang pihak yang satu lagi untuk melewati jalan itu, sehingga terjadilah insiden itu” jelasnya.

Ditambahkan Restu, “Jadi, waktu kejadian itu kedua belah pihak sama-sama menggunakan senjata tajam, namanya juga situasi di kebun ada yang bawa parang, ada juga yang bawa tombak, sehingga terjadi perdebatan sebentar di jalan setapak itu, mereka langsung berseteru menggunakan parang” sambungnya.

Kemudian Restu menyebut Damatema tewas dengan mengalami luka di bagian kepala, sedangkan dari pihak lawannya mengalami luka tombak dan sejumlah luka lainnya.

Dijelaskannya, “Kalau untuk yang tewas cenderung dia ada luka di kepala, bekas kapak. Lawannya kena tombak dan ada juga luka-luka, karena sempat terjadi pergumulan kan” jelasnya.

Selanjutnya atas kejadian itu kata Restu, kedua belah pihak sama-sama membuat laporan ke kantor polisi. adapun laporan itu dilayangkan kedua belah pihak keesokan harinya. Saat ini menurutnya pihak kepolisian tengah mendalami kasus tersebut.

“Dalam hal ini, kita sudah terima dua laporan,” pungkasnya.(H.A)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article