Rahmi Wahidah Anggota DPRD Pasaman Fraksi Gerindra ajak Gapopin Sumbar Bangun Huntara Korban Gempa 6, 1 SR

oleh -141 Dilihat

Anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari Fraksi Gerindra Rahmi Wahidah berhasil mengajak Gabungan pengusaha optik indonesia (Gapopin) Sumatera Barat membangun rumah Hunian sementara (Huntara) untuk masyarakat korban bencana alam gempa bumi dan longsor di Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari , Rabu 9 Maret 2022

“Alhamdulillah dengan komunikasi dan hubungan yang baik kita bisa mengajak Gapopin Sumbar untuk membangunkan Huntara di malampah, dengan bantuan 10 unit Huntara”. ungkap Rahmi.

Lebih lanjut Rahmi yang dikenal aktif membantu korban bencana di Pasaman menjelaskan bahwa dengan 10 Huntara yang dibantu Gapopin ini ia berharap bisa mendorong relawan dan donatur lainnya.

“Kita mengucapkan banyak terimakasih kepada Gapopin Sumbar, Mudah-mudahan dengan 10 Huntara dari Gapopin ini bisa juga mendorong relawan dan donatur lainnya untuk membantu pembangunan Huntara lainnya, sehingga kebutuhan Huntara untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Malampah bisa terpenuhi.

Terkait Bantuan ini dibenarkan ketua Gapopin Sumbar Meri Saputra,Amd,RO, ia berharap bantuan Huntara ini bisa membantu masyarakat korban bencana di Malampah.

“Benar kita dari Gapopin Sumatera barat membantu 10 unit rumah Huntara bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Malampah, kita berharap bantuan ini bisa meringankan beban mereka,”ungkapnya.

Untuk teknis pelaksanaan Meri menjelaskan telah berkoordinasi dengan Karang Taruna Kabupaten Pasaman.

“Terkait pelaksanaan bantuan Huntara ini kita sudah Percayakan kepada Karang Taruna kabupaten Pasaman, bagaimana teknisnya selanjutnya diatur kawan-kawan dari karang taruna”pungkasnya.

Terkait waktu pelaksanaannya Rahmi Wahidah yang juga sebagai Wakil Ketua Karang Taruna Kabupaten Pasaman menjelaskan bahwa akan melaksanakan secepat mungkin.

“Kita dari karang taruna telah siapkan Tim untuk pelaksanaanya.Secepat mungkin akan kita laksanakan, Insya Allah Senin depan sudah terealisasi. kita minta dulu datanya kepada dinas lingkungan hidup terkait rumah yang rusak berat, untuk tahap awal ini kita mengambil rumah masyarakat yang tidak mampu,”tutup Rahmi.(Fajri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.