Padang – Bupati Tanah Datar, Eka Putra menghadiri rapat pendahuluan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin yang digelar di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Kamis (9/4/2026).
Rapat tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Muhibuddin, dan turut dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta sejumlah kepala daerah terkait, di antaranya Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedi Aziz, Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias, dan Wakil Wali Kota Padang Panjang Alex Saputra.
Pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan ibu kota Provinsi Sumatera Barat dengan ibu kota Provinsi Riau ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Keberadaan jalan tol tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi barang antarwilayah sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di kedua provinsi.
Sebagaimana diketahui, ruas jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Barat dan Riau merupakan salah satu jalur terpadat di Pulau Sumatera. Dengan hadirnya jalan tol ini, masyarakat diyakini akan merasakan manfaat ekonomi yang signifikan.
Rapat ini diprakarsai oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat guna memastikan proyek berjalan lancar dan tepat waktu. Pasalnya, pembangunan ruas tol sebelumnya, yakni Padang–Sicincin, sempat menghadapi berbagai kendala.
Sejak dilakukan groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo pada 9 Februari 2018, ruas tol tersebut baru dapat difungsikan secara gratis pada 28 Mei 2025, meskipun awalnya ditargetkan rampung pada 2024.
Keterlambatan tersebut menjadi perhatian bersama, sehingga seluruh pemangku kepentingan sepakat untuk memperkuat kolaborasi agar pembangunan ke depan dapat berjalan lebih optimal.
Kajati Sumbar, Muhibuddin, menegaskan pentingnya sinergi nyata di lapangan, tidak hanya sebatas komitmen di atas kertas.
“Kita berharap pembangunan jalan tol ini segera dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumatera Barat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Andre Rosiade menyebutkan bahwa permasalahan utama dalam pembangunan di Sumatera Barat selama ini adalah pembebasan lahan.
“Ini menjadi tantangan utama. Karena itu, kita harus berkomitmen bersama agar pembangunan ini bisa berjalan tepat waktu,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk Sumatera Barat cukup besar, sehingga kesempatan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami telah meyakinkan Presiden agar proyek tol ini terus dilanjutkan. Jangan sampai kesempatan yang udah ada di depan mata ini kita sia-siakan,” tambahnya.
Sementara Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyatakan siap mengerahkan seluruh perangkat daerah guna mendukung kelancaran pembangunan proyek tersebut
Dalam rapat tersebut, para kepala daerah yang wilayahnya dilintasi tol menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada.
Hasil rapat menyimpulkan bahwa akan dibangun exit tol di kawasan Padang Panjang dan Kabupaten Agam. Sementara, rapat lanjutan dijadwalkan berlangsung pada minggu keempat April 2026.















