Hadiri Halal bi Halal Suku Chaniago, Bupati Katakan Kegiatan Ini Sebagai Salah Satu Langkah Perkokoh Ikatan Badunsanak

oleh -328 Dilihat

Tanah Datar, Dutametro – Pasca Hari Raya Idul Fitri 1443 H menjadi momentum bagi suku chaniago nagari Padang Magek untuk mempekokoh tali silaturahmi dengan menggelar halal bihalal, acara halal bihalal itu pun akhirnya diselenggarakan di Surau Tapaung, Kecamatan Rambatan, Minggu (8/5/2022).

Ada yang unik pada acara itu, gong akan dipukul sebanyak empat kali pertanda acara akan segera dimulai, jika acara telah usai gong pun dipukul lagi sebanyak lima kali, hal itu menjadi tradisi turun temurun di pasukuan chaniago Padang Magek.

Berlangsungnya acara halal bihalal diisi dengan berbagai kegiatan positif, seperti akikah dan santunan bagi anak yatim piatu khusus pasukuan itu, ini digagas oleh perantau suku chaniago sebagai bentuk kepedulian terhadap kampung halaman.

Bupati Tanah Datar Eka Putra saat menghadiri acara tersebut mengatakan, kegiatan itu dianggap strategis untuk menyatukan dan mengokohkan ikatan badunsanak serta mencerminkan identitas masyarakat Minangkabau yang memiliki nilai adat dan budaya yang masih kental.

Bupati Eka menambahkan, melalui persatuan yang kuat suku chaniago akan menjadi kekuatan untuk mengantisipasi paham-paham radikal maupun aliran-aliran sesat yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Kami apresiasi kegiatan yang digagas ikatan rang chaniago. Ini adalah wadah guna menjalin silaturahmi antara perantau dan masyarakat di kampung halaman. Kekompokan ini yang harus dijaga dan ditiru pasukuan lainnya, karena bersama kita bisa, basamo mako kajadi,” ujar Bupati Eka.

Lebih lanjut Bupati Eka berharap, perantau secara konsisten berperan mendukung program pemerintah daerah yang telah tertuang dalam RPJMD kabupaten Tanah Datar, “program-program yang telah dicanangkan untuk pembangunan di luhak nan tuo, berjalan dengan baik, berdampak pada kesejahteraan masyarakat kabupaten Tanah Datar. Semua tentu butuh dukungan penuh masyarakat, baik di kampung halaman, maupun di perantauan,” tambah Bupati.

Sementara itu, tokoh masyarakat suku chaniago Metrisol Dt. Rajo Bangkeh mengatakan pertemuan suku chaniago sempat tertunda beberapa tahun disebabkan pandemi covid-19.

“Kita sangat bersyukur pertemuan ini dapat terselenggara dengan baik, acara ini akan semakin memperkuat ukuah pasukuan chaniago, dan mengenal ninik mamak, anak kemakan, sumando dan lainnya,” ujar Metrisol Dt. Rajo Bangkeh yang saat itu dihadiri Camat Rambatan Ikrar Pahlepi, Wali Nagari Padang Magek Safril Jamal, ninik mamak, bundo kandung perantau dan tokoh masyarakat lainnya. (prokopim/tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.