Anggota DPRD Fraksi PPP Yulius Erita mengapresiasi Program Satu Dewan Satu Polindes, untuk meningkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

oleh -46 Dilihat

Peran posyandu di tengah masyarakat sangatlah besar. Meski identik dengan bayi dan balita, kegiatan posyandu dan manfaatnya tidak hanya sebatas itu. Program posyandu sejatinya juga diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan pasangan usia subur.

Tujuan utama posyandu adalah mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi saat kehamilan, persalinan, atau setelahnya melalui pemberdayaan masyarakat.

Terkait hal tersebut, sangat menarik untuk fokus mendukung program pemerintah Kabupaten tahun ini, utamanya di bidang kesehatan.

Melalui pokok pikiran Anggota DPRD Pasaman tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman berusaha meningkatkan pelayanan kesehatan warganya melalui penambahan Polindes, (Poliklinik Desa) di setiap nagari se-Pasaman.

Dengan metode satu dewan satu polindes, diperkirakan tahun 2022 ini akan diwujudkan 35 buah gedung polindes baru dan tersebar di seluruh nagari yang ada di Pasaman.

Polindes ini dimaksudkan untuk tempat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan seperti imunisasi, pelayanan KB, tempat bersalin, dan pemeriksaan kesehatan lainnya.

Yulius Erita, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Kabupaten Pasaman ketika diminta pendapatnya mengenai hal ini menyatakan, bahwa program ini adalah program ‘istimewa’ pemerintah kepada anggota DPRD.

“Sejatinya kita semua mendukung dan sangat menyetujui, tetapi ada setidaknya ada beberapa persoalan yang harus diperhatikan oleh pemerintah agar program penambahan polindes ini betul-betul bermanfaat,” jelas Yulius Erita, yang juga Ketua DPC Partai berlambang Ka’bah Kabupaten Pasaman itu. Kamis (9/6/2022).

Anggota DPRD Pasaman, Yulius Erita, yang dikenal sebagai sosok perempuan yang senantiasa memperhatikan dan menyerap aspirasi masyarakat. Salah satu fokusnya adalah bidang kesehatan, dan Polindes adalah salah satu tempat yang sering ia kunjungi.

“Bahwa kenyataan saat ini, Polindes belum sepenuhnya digunakan untuk kegiatan pelayanan. Salah satu contohnya, Polindes sudah ada, tetapi kegiatan Posyandu masih saja dilaksanakan di teras-teras rumah masyarakat, di balai, bahkan ada yang di pos ronda,” ungkap Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Pasaman

Lebih lanjut wanita yang aktif di berbagai organisasi mengatakan, Sangat tidak nyaman untuk ibu-ibu yang menyusui apalagi kalau ada kelas ibu hamil, tentunya sangat tidak tepat diadakan di tempat terbuka.

“Salah satu solusinya, dituntut kreatifitas para kader dan KPM (kader pemberdayaan masyarakat) agar target dan sasaran posyandu tercapai. Kesehatan dan kenyamanan masyarakat adalah hal yang utama,” tutup Yulius Erita.(Fajri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.