Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bahas Isu Sosial Bersama LKAAM

Dutametro.com.-Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, bersama Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAAM) membahas berbagai isu sosial strategis yang tengah berkembang di masyarakat, seperti tawuran, LGBT, dan narkoba. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Muhidi pada Jumat (8/11) ini bertujuan untuk mencari solusi terhadap persoalan sosial yang semakin mengkhawatirkan.

Dalam kesempatan tersebut, Muhidi mendorong agar LKAAM mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, termasuk dalam bentuk peraturan daerah (Perda) yang memperkuat fungsi dan anggaran LKAAM. Hal ini dinilai penting untuk menjalankan program-program yang dapat menyelamatkan generasi muda dan mencegah permasalahan sosial semakin berkembang.

“Persoalan sosial yang terjadi saat ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Kita harus bersama-sama menyelamatkan generasi muda, karena merekalah masa depan daerah ini,” kata Muhidi.

Muhidi juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, LKAAM, dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga kesejahteraan masyarakat. Ia menyatakan bahwa pembangunan daerah harus merata, termasuk dalam sektor moralitas generasi muda yang menjadi perhatian utama.

Muhidi juga menambahkan bahwa anggaran untuk LKAAM akan diprioritaskan dalam penyusunan APBD 2026. Hal ini diharapkan dapat mengakomodasi kegiatan yang mendukung peran LKAAM dalam membina moralitas dan memerangi permasalahan sosial di Sumbar. “Kami akan usahakan agar LKAAM masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), khususnya dalam pengembangan SDM yang berbasis pada nilai-nilai moral dan adat,” ujar Muhidi.

Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, mengungkapkan bahwa mengurus generasi muda di Minangkabau bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga peran serta ninik mamak, bundo kanduang, dan cadiak pandai. Ia menekankan bahwa LKAAM hadir untuk mendukung kinerja pemerintah dalam menangani masalah sosial yang berkembang, dan berharap sinergi ini dapat membawa dampak positif bagi daerah.

“Penyelesaian masalah sosial seperti tawuran, narkoba, dan LGBT merupakan tugas bersama. Mari kita satukan kekuatan untuk kemajuan bersama demi masa depan yang lebih baik,” kata Fauzi.

Kedepannya, LKAAM berharap bisa mendapatkan dukungan anggaran hibah untuk melaksanakan program-program yang lebih maksimal, sehingga peran ninik mamak dalam menjaga generasi muda dan adat Minangkabau semakin kuat.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama antara DPRD Sumbar dan LKAAM untuk terus berkolaborasi dalam menangani persoalan sosial yang ada dan memajukan Sumatera Barat menuju masa depan yang lebih baik.

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News