Kebumen – Di bawah langit pagi Desa Somagede, langkah-langkah kecil para anak sekolah berpadu dengan derap pasukan TNI. Lapangan Pondok Pesantren Al Barokah menjadi panggung awal sebuah kisah tentang harapan, tentang desa yang bersiap berubah, dan tentang masa depan yang mulai digambar dengan senyum. Selasa (10/02/2026).
Bendera merah putih berkibar perlahan, seakan menyaksikan janji yang terucap tanpa kata. Di wajah-wajah warga, terpancar cahaya kebahagiaan. Bagi mereka, TMMD Reguler ke-127 bukan sekadar upacara pembukaan, tetapi awal dari perjalanan panjang menuju desa yang lebih terang dan lebih kuat.
Anak-anak sekolah berdiri dengan mata berbinar. Jalan yang akan dibangun bukan hanya bentangan beton, melainkan jalur menuju mimpi. Setiap langkah yang kelak mereka tapaki adalah cerita tentang keberanian untuk bermimpi lebih tinggi, tentang sekolah yang kini terasa lebih dekat, dan masa depan yang tak lagi terhalang lumpur dan batu.
Seorang ibu menggenggam tangan anaknya erat, menatap para prajurit yang siap bekerja bersama rakyat. Dalam diam, ia menyimpan doa agar desa mereka tak lagi tertinggal, agar roda kehidupan berputar lebih cepat, agar senyum anak-anaknya tak pernah padam.
TMMD datang bukan hanya membawa alat berat dan semen, tetapi membawa semangat gotong royong dan jiwa pengabdian. TNI dan rakyat menyatu dalam satu irama: membangun desa, menjaga harapan, dan menyalakan cahaya perubahan dari pelosok negeri.
Inilah kisah tentang desa kecil yang percaya pada masa depan. Tentang senyum warga yang menjadi saksi bahwa pembangunan sejati bukan hanya terlihat pada jalan yang terbentang, tetapi pada hati yang kembali optimis.
Dari Desa Somagede, sebuah cerita baru dimulai. Sebuah cerita tentang langkah bersama, tentang anak-anak yang berlari menuju cita-cita, dan tentang negeri yang dibangun dari senyum rakyatnya.***







