PURBALINGGA — Suara langkah sepatu para prajurit berpadu dengan aroma semen yang masih basah di rumah milik Misdi, warga Desa Krangean. Siang itu, rumah yang dulu nyaris roboh kini tampak jauh berbeda. Dinding tembok mulai berdiri kokoh, atap seng telah terpasang rapi, dan lantainya perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang layak.
Di tengah pembangunan RTLH program TMMD Reguler Ke-128 Kodim 0702/Purbalingga yang hampir selesai itu, Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han., datang meninjau langsung bersama Dansatgas TMMD Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I.
Namun kunjungan itu bukan sekadar melihat progres bangunan.
Kolonel Inf Lukman Hakim memilih duduk di teras rumah sederhana tersebut bersama Misdi. Percakapan hangat pun mengalir pelan. Misdi bercerita tentang rumah lamanya yang dulu kerap bocor saat hujan turun dan membuat keluarganya tak pernah benar-benar merasa tenang setiap malam.
Kini, di rumah yang hampir selesai dibangun melalui TMMD itu, rasa cemas perlahan tergantikan harapan.
Tatapan Misdi beberapa kali mengarah ke dinding rumah barunya. Wajahnya tampak sulit menyembunyikan rasa haru saat menceritakan perubahan yang ia rasakan. Sementara Danrem mendengarkan dengan tenang, sesekali menganggukkan kepala dan menanyakan kondisi keluarga Misdi.
Suasana sederhana itu justru terasa hangat. Tidak ada jarak antara TNI dan rakyat. Yang terlihat hanyalah kepedulian yang tumbuh di tengah proses pembangunan.
“TMMD bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi bagaimana kehadiran TNI bisa benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Kolonel Inf Lukman Hakim, Minggu (10/5/2026).
Ia mengatakan, rumah layak huni menjadi salah satu kebutuhan penting agar masyarakat dapat hidup lebih aman dan nyaman bersama keluarganya.
“Kami berharap rumah ini nantinya menjadi tempat yang membawa ketenangan dan semangat baru bagi keluarga Pak Misdi,” tambahnya.
Di Desa Krangean, TMMD tidak hanya meninggalkan bangunan yang berdiri kokoh. Lebih dari itu, TMMD menghadirkan cerita tentang kepedulian, gotong royong, dan harapan baru yang tumbuh perlahan dari rumah kecil milik seorang warga.(faiza)



















