Iklan
Iklan

1.976 Suara Untuk Epg! Syafni Nola Putri Titip Pesan Besar: bawa Aie Dingin Menuju Nagari Mandiri Nan Madani

Kemenangan Bukan Akhir Perjuangan Kini Saatnya Satukan Anak Nagari

AIE DINGIN – Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Kabupaten Solok, Rabu (9/9/2026), menghadirkan dinamika demokrasi yang cukup menarik di Nagari Aie Dingin.

Berdasarkan hasil perhitungan cepat sementara, calon Wali Nagari Endra Putra Gunawan (EPG) meraih 1.976 suara, mengungguli pesaing terdekatnya, Afrizal yang memperoleh 1.802 suara. EPG untuk sementara unggul 174 suara.

Angka tersebut bukan sekadar perolehan suara. Di balik ribuan suara masyarakat, tersimpan harapan besar agar kepemimpinan baru mampu membawa perubahan nyata bagi Nagari Aie Dingin.Salah seorang anak Nagari Aie Dingin, Syafni Nola Putri, turut menyampaikan ucapan selamat sekaligus menitipkan pesan kepada EPG.

“Selamat atas kemenangan EPG. Kami titipkan Nagari Aie Dingin Mandiri Nan Madani.”

Menurut Syafni, kemenangan dalam Pilwana bukanlah garis akhir, melainkan awal dari amanah yang jauh lebih besar. Setelah masyarakat menentukan pilihan, tantangan berikutnya adalah bagaimana pemimpin terpilih mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan pilihan politik saat Pilwana berlangsung.

Yang menang bukan hanya EPG. Yang harus menang adalah Nagari Aie Dingin. Karena itu, perbedaan pilihan selama proses demokrasi diharapkan tidak menjadi alasan untuk terus terpecah. Seluruh masyarakat kini memiliki tanggung jawab yang sama untuk kembali membangun persatuan.

Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi. Tetapi persatuan setelah pilihan adalah tanggung jawab kita bersama.”

Syafni menilai, membangun nagari tidak mungkin dilakukan seorang wali nagari seorang diri. Dibutuhkan kekuatan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, generasi muda, perantau, perangkat nagari serta seluruh unsur lainnya.

Harapan yang dititipkan pun tidak kecil: pemerintahan nagari yang semakin baik, pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, ekonomi yang tumbuh, generasi muda yang memiliki masa depan, serta adat dan agama yang tetap menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

Sebesar apa pun seorang pemimpin, ia tidak akan mampu membangun nagari sendirian. Karena itu, mari kita satukan kembali langkah dan kawal pembangunan bersama.”

Kini pesta demokrasi telah usai. Perbedaan pilihan semestinya ditinggalkan, sementara persaudaraan kembali diperkuat. EPG telah menerima kepercayaan masyarakat. Selanjutnya, masyarakat menunggu pembuktian melalui kerja nyata.

Kemenangan 1.976 suara menjadi modal awal. Namun tantangan sesungguhnya adalah bagaimana suara tersebut diterjemahkan menjadi program, pelayanan dan pembangunan yang dirasakan seluruh masyarakat Aie Dingin.

Selamat kepada EPG atas hasil sementara Pilwana Nagari Aie Dingin. Kini bukan waktunya lagi berbicara siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Kini waktunya Aie Dingin bersatu, bersama membangun nagari. Bersama menjaga persaudaraan. Bersama mewujudkan Aie Dingin Mandiri Nan Madani.**yans

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News