Minggu, Februari 25, 2024

Pembangunan Proyek Sentra Tenun Silungkang Sawahlunto Senilai 14 Miliar Terancam Mangkrak

Must read

Sawahlunto, dutametro.com-Diduga Kontraktor kurang modal sebabkan pengerjaan pembangunan gedung IKM Sentra Tenun Silungkang terseok-seok. Dibuktikan dengan beberapa kali pekerja proyek mintak berhenti dan hampir melakukan aksi anarkis karena gaji tidak dibayarkan. Dan yang terakhir terjadi Rabu (6/12) para pekerja IKM Sentra Tenun Silungkang pulang kampung berakibat pekerjaan pembangunannya terhenti.

Dari Investigasi kepada warga masyarakat yang melaporkan kepada media, pengerjaan proyek Sentra Tenun Silungkang tersebut telah berhenti. Ketua LPM Silungkang membenarkan hal tersebut, pekerja pulang kampung sejak Rabu tanggal 6 Desember 2023. Disamping itu berdasarkan informasi dari pekerja sebelumnya yang saat ini pun sudah pulang kampung, Fiska Harianto asal Sumsel menyebutkan sejak proyek ini dimulai pada tanggal 20 Juli 2023, gaji pekerja sering terlambat dibayarkan.

“Akibatnya kami sempat melakukan demo dan akan bertindak anarkis kalau gaji belum dibayarkan. Perjanjian gaji dibayar dalam waktu 14 hari kerja namun kenyataannya Kontraktor selalu menunda gaji kami. Dan itu sudah tiga kali terjadi. Gimana kami tidak kesal, hutang menumpuk, anak istri yang ditinggalkan harus dikirimi uang,” keluh pekerja proyek tersebut.

Junaidi yang merupakan mandor proyek diawal pembangunan mengatakan hal yang senada, bahkan dia saja yang sebagai mandor selain gajinya tidak dibayarkan, uang operasional para pekerja pun harus ditanginya.” Kontraktor tidak peduli. Hingga saya memilih pulang kampung ke Jogyakarta karena dengan tidak membawa pengahsilan apapun, cuma ongkos pulang kampung sebesar Rp. 750 ribu,” ucapnya.

Dia mengungkapkan sangat kecewa terhadap Kontraktor yang mengelola proyek IKM Sentra Tenun Silungkang ini yaitu PT. Unggul Sokaja dengan nilai Proyek Rp. 14.720.402.000. Pihak Kontraktor dari awal tidak mau bekerja sama dan tidak transparan. ” Sehingga gaji pekerja sering menunggak mengakibatkan pekerja sampai mogok, dan banyak yang berhenti memilih pulang kampung,”kata dia.

Menurut Junaidi pekerja untuk IKM Tenun ini sebaiknya 70 orang, tapi karena upah yang sering menunggak maka bisa jadi proyek ini tidak selesai tepat waktu pada tanggal 26 Desember 2023.

Sedangkan pihak kontraktor PT. Unggul Sokaja Kudri yang dihubungi via WhatsApp mengakui saat ini sedang banya persoalan yang dihadapinya. ” Saya lagi di Padang, sedang banyak masalah yang harus diselesaikan,” ucapnya.

Namun Kepala Dinas Koperindag Sawahlunto Tatang, yang memang Dinasnya membawahi proyek IKM Sentra Tenun Silungkang ini ketika dihubungi tidak mau menjawab dan membalas konfirmasi dari media. (tim)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article