TNI Bedah Keterisolasian Brebes Selatan: TMMD Reguler ke-127 Tuntaskan Jalur Strategis Cikuya-Pamedaran 100 Persen

​BREBES – Wajah pembangunan di wilayah selatan Kabupaten Brebes kini berubah drastis. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, resmi mencapai titik akhir pengerjaan. Pada Rabu (11/3/2026), Satgas TMMD Kodim 0713/Brebes melaporkan seluruh sasaran fisik telah rampung 100 persen, menandai babak baru bagi mobilitas dan ekonomi warga setempat.

​Program yang dibuka sejak 10 Februari 2026 ini lahir dari sinergi kokoh antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Brebes. Fokus utamanya adalah percepatan pembangunan di wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, namun selama ini “terbelenggu” oleh infrastruktur jalan yang rusak dan sulit diakses.

Salah satu capaian paling monumental dalam TMMD kali ini adalah pembangunan dan pembukaan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 2,5 meter. Jalan ini bukan sekadar jalur penghubung desa, melainkan jembatan strategis yang mengoneksikan dua wilayah penting: Desa Cikuya di Kecamatan Banjarharjo dengan Desa Pamedaran di Kecamatan Ketanggungan.

​Sebelum adanya jalan ini, warga Desa Pamedaran yang ingin menuju pusat Kota Brebes harus menempuh rute melambung jauh melalui Kecamatan Bumiayu. Perjalanan tersebut memakan waktu yang tidak sedikit, yakni sekitar 3 jam bahkan lebih. Medan yang berat dan jarak yang jauh seringkali menjadi hambatan besar bagi warga, baik untuk urusan administratif maupun perdagangan.

​Kini, dengan selesainya jalan hasil karya Satgas TMMD, waktu tempuh tersebut terpangkas secara signifikan. Warga kini memiliki jalur alternatif yang lebih efisien, aman, dan nyaman untuk mobilitas sehari-hari.

Selain dampak pada mobilitas umum, jalan ini menjadi berkah bagi sektor pendidikan. Pelajar yang tinggal di perbatasan kedua kecamatan kini tidak lagi harus bertaruh nyawa atau menempuh jarak puluhan kilometer untuk pergi ke sekolah. Jalur ini menyediakan rute aman bagi anak-anak bangsa untuk menuntut ilmu antar-desa.

​Di sektor ekonomi, jalan ini menghubungkan langsung area persawahan dan perkebunan warga ke pusat desa serta pasar. Selama puluhan tahun, petani di Cikuya dan Pamedaran mengeluhkan tingginya biaya angkut hasil bumi akibat kondisi jalan yang tidak layak. Dengan jalan baru ini, kendaraan pengangkut hasil tani dapat langsung masuk ke area perkebunan, sehingga harga jual produk pertanian diharapkan dapat meningkat dan kesejahteraan petani terdongkrak.

Keberhasilan TMMD Reguler ke-127 di wilayah Kodim 0713/Brebes ini juga merupakan wujud nyata dukungan terhadap program unggulan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Program ini mengedepankan kehadiran TNI sebagai solusi di tengah kesulitan rakyat, terutama dalam aspek ketahanan pangan dan infrastruktur pedesaan.

​Dandim 0713/Brebes selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int, menyampaikan rasa bangganya atas semangat gotong royong yang ditunjukkan prajurit TNI dan warga masyarakat.

​”Hasil 100 persen yang kita raih hari ini adalah buah dari kerja keras dan kemanunggalan. Kami tidak hanya membangun jalan, tapi kami membangun harapan. Sesuai arahan Bapak Kasad, TNI harus menjadi motor penggerak pembangunan di daerah tertinggal. Kami berharap jalan ini dirawat dengan baik oleh warga agar manfaatnya bisa dirasakan hingga anak cucu nanti,” tegas Letkol Inf Ambariyantomo.

​Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Satgas TMMD. Kerjasama ini membuktikan bahwa keterbatasan anggaran daerah dapat teratasi melalui pola pembangunan padat karya dan gotong royong bersama TNI. Keberhasilan ini diharapkan menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Banjarharjo dan Ketanggungan.(faiza)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News